Headline

Ideologi Perkaderan Ditanamkan oleh Ketua DPD Golkar Jawa Barat di Musda XI Kabupaten Sukabumi

Ketua DPD Golkar Jawa Barat di Musda XI Kabupaten Sukabumi

Cidahu.com – Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi menekankan agar para kader Golkar tetap memegang teguh ideologi partai dalam posisi dan peran apapun yang sedang mereka jalani.

Ideologi menurutnya adalah ruh yang menggerakan segenap aspek ragawi infrastruktur organisasi sehingga partai dapat mencapai tujuan paripurna yakni kesejahteraan masyarakat. Poin penting ini dia ungkapkan disela Musyawarah Daerah XI Partai Golkar Kabupaten Sukabumi di Ballroom Hotel Selabintana, Jum’at (3/6).

Dedi meminta agar seluruh kader mau bercermin paMusda XI Kabupaten Sukabumi

da sejarah. Dahulu ideologi menjadi panglima tertinggi partai sehingga para bapak bangsa tidak terjebak dalam dunia tranksaksional. Trend hari ini yang harus dibabat habis menurut Dedi adalah praktik transaksional yang membunuh ideologi partai.

“Zaman dahulu yang dibela adalah asas dan ideologi. Hari ini kita tidak boleh terbawa trend negatif. Jangan relakan ideologi kita untuk membela siapa yang bayar,” tegas Dedi dihadapan kader Golkar Sukabumi.

Praktik transaksional yang dimaksudkan oleh Dedi bukan sekedar dalam momentum suksesi politik melainkan juga saat menjalani sebuah amanah jabatan. Dedi kembali menekankan pentingnya ideologi dalam membuat produk kebijakan.

Dedi berujar seluruh kader yang hari ini memegang amanah jabatan publik agar merancang postur anggaran yang berkeadilan. Orientasi pembangunan harus berpijak pada asas kerakyatan bukan kompromi politik.

“Sukabumi yang luas dan penduduknya banyak seharusnya tidak menerima anggaran yang kecil dari provinsi. Pembagian anggaran harus berkeadilan dan berorientasi kerakyatan,” ujar Dedi berapi-api yang disambut riuh tepuk tangan seluruh kader.

Dedi sempat mencontohkan aspek pembangunan yang tidak berkeadilan misalnya mengubah fungsi lingkungan demi mengejar keuntungan. Maka dampak yang terjadi adalah pencemaran dan bencana alam.

“Desa Sukakerti Subang harus menderita akibat pembangunan yang tidak berkeadilan. Saat pemimpin hanya memikirkan keuntungan maka yang terjadi adalah bencana alam. Wilayah serapan air kenapa pula harus dijadikan perkebunan kopi?” kata Dedi mengkritik.

Terakhir Dedi berpesan kepada seluruh kader agar selalu menjaga keharmonisan baik dengan sesama kader maupun dengan konstituen. Menurut dia ini penting untuk menciptakan energi demi membangun kesejahteraan masyarakat.

“Sesama kader tidak boleh berkelahi, harus rukun dan saling pengertian,” kata Dedi menutup orasinya. (Humas Setda Purwakarta)

Comments

Portal berita online Purwakarta

Copyright © 2017 Cidahu News by Jabar Media Net(work)

To Top