Headline

Tim Pembela Guru; Solusi Masalah Pendidikan Ala Kang Dedi Mulyadi

Solusi Masalah Pendidikan Ala Kang Dedi Mulyadi

Cidahu.com – Guru kerapkali menjadi sasaran ancaman pidana saat menjalankan tugas sebagai pendidik siswa di sekolah. Tak terkecuali di Purwakarta, seperti telah diberitakan sebelumnya dalam rilis yang kami sampaikan bahwa telah terjadi penamparan kepada salah satu kepala sekolah yang dilakukan oleh orang tua murid akibat sikap tegas kepala sekolah menegur murid tersebut karena bercanda ketika menjalankan upacara bendera.

Dalam rangka meminimalisir terjadinya hal serupa di kemudian hari, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi hari ini Kamis (9/6) mengeluarkan Keputusan Bupati No 424.05/Kep.576-DISDIKPORA/2016 tentang Pembentukan Tim Pembela Guru Kabupaten Purwakarta.

Menurut Bupati yang akrab disapa Kang Dedi ini, langkah pembentukan tim ini sangat penting dalam rangka menciptakan perlindungan kepada guru yang sedang memberikan materi pendidikan kepada siswanya. Dia memerintahkan tim yang terdiri dari tenaga pendidik dan advokat ini dapat memberikan advokasi kepada para guru yang sedang mengalami masalah hukum akibat sikap tegasnya saat mengajar.

“Dulu saat kita dijewer atau dicubit oleh Guru tetapi dengan cengeng langsung lapor kepada orang tua, pasti dijewer dan dicubit lagi oleh orang tua. Nah, hari ini colek sedikit urusannya polisi. Kan kasihan,” kata Dedi saat ditemui bersama anggota tim di Jl Gandanegara No 25.

Dedi juga menekankan agar Tim Pembela Guru tidak membela Guru secara membabi-buta. Akan tetapi harus juga mampu menegaskan fungsi dan peran tenaga pendidik di satuan tugas masing-masing. Dia juga mengimbau agar para orang tua harus mengikuti alus sistem pendidikan di sekolah.

Solusi Masalah Pendidikan Ala Kang Dedi Mulyadi 2

“Tim ini nanti mengatur sampai batas mana Guru dianggap boleh menerapkan sebuah sistem pendidikan kepada anak-anak sekolah. Pada wilayah ini para orang tua juga harus taat, jangan melulu mengikuti keinginan anak. Bisa repot nanti. Kalau masih berkeberata silakan didik sendiri di rumah masing-masing,” jelas Bupati yang tidak pernah lepas dari iket khas sunda ini.

Tak lupa Dedi menyerukan agar asas kasih sayang dalam pola pendidikan digunakan sebagaimana mestinya dan tidak berlebihan. Dia berujar hari ini banyak ditemui anak dibawah umur yang kedapatan membawa kendaraan bermotor, melakukan pelecehan seksual dan tawuran dengan menggunakan senjata tajam. Dedi menilai fenomena ini terjadi akibat penerapan kasih sayang yang keliru dalam keluarga.

“Kasih sayang itu bukan berarti memupuk sifat manja. Seharusnya keinginan anak kita penuhi sesuai dengan takaran usianya. Tidak boleh serampangan,” ujarnya menambahkan.

Ditemui di tempat yang sama, Ketua PGRI Kabupaten Purwakarta, Rasmita menanggapi positif langkah yang diambil oleh Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi. Dia menuturkan jika guru tidak diberikan perlindungan saat mengajar maka suasana terancam akan menghantui keseharian guru dalam beraktifitas.

“Kami apresiasi ini. Tentu kita nantikan dampak positif dari kinerja tim. Kami dari PGRI siap mengawal. Guru sekarang punya pembela dan pengawal,” tutur Rasmita singkat.

Selain membentuk Tim Pembela Guru, Dedi juga menginstruksikan Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta agar membuka layanan pengaduan sms center bagi seluruh guru di Purwakarta. (Humas Setda Purwakarta)

Comments

Portal berita online Purwakarta

Copyright © 2017 Cidahu News by Jabar Media Net(work)

To Top