Kado Ultah ke 8 Tahun, FSPMI Miliki Gedung Sekretariat Sendiri

Cidahu.com – Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Konsulat Cabang Purwakarta hari ini genap berusia 8 tahun berdiri, setelah 8 tahun berdiri akhirnya FSPMI Purwakarta memiliki sekretariat sendiri. Berdiri diatas tanah seluas 3000 M2, sekretariat FSPMI Purwakarta berdiri megah dengan berbagai fasilitas bangunan di dalamnya.

Menurut ketua FSPMI Purwakarta, Fuad BM, bangunan untuk kesekretariatan tersebut belum seratus persen semuanya terbangun. Masih ada beberapa bangunan masih dalam perencanaan pembangunan.

“Seluruh bangunan yang sudah berdiri saat ini kurang lebih sekitar 1000 M2, meliputi aula utama, kesekretariatan, masjid dan bangunan tempat pengkaderan,” ujar Fuad BM, yang digadang-gadang para buruh untuk mencalonkan diri pada Pilkada Bupati/wakil bupati tahun 2018 yang akan datang.

Seluruh pengadaan tanah hingga bangunan, lanjut Fuad, merupakan hasil iuran para anggota yang tergabung kedalam FSPMI. Walaupun pembanguannya secara bertahap secara perlahan, akhirnya bangunan ini bisa berdiri.

“Hari ini merupakan hari jadi FSPMI yang ke 8 juga sekaligus peresmian sekretariat FSPMI Purwakarta, kami membuat tema Besar Bukan Berarti Hebat Tapi Karena Kepedulian dan Kebersamaan” tambah Fuad.

Sedangkan untuk perjuangan FSPMI dalam memperjuangkan kesejahteraan buruh akan terus dilakukan, terutama dalam hal masalah upah layak untuk buruh.

“Kami terus akan berjuang demi kesejahteraan buruh, karena hal itu merupakan tugas utama serikat kami untuk kesejahteraan buruh,” tegas Fuad, yang berencana maju pada pilkada 2018 menggunakan perahu partai Gerindra.

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi dalam acara peresmian Gedung Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Purwakarta kemarin Senin (29/8) di Bungursari Purwakarta.

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi dalam acara peresmian Gedung Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Purwakarta kemarin Senin (29/8) di Bungursari Purwakarta.

Peresmian gedung sekretariat FSPMI tersebut langsung dilakukan oleh Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi. (CN-02)

Topic:

Just For You

Pilkada, “Telunjuk Bupati” Mengarah ke Sekda

Cidahu.com – Dalam konteks Pilkada Purwakarta 2018 mendatang, sepertinya dukungan Bupati Purwakarta, mengarah ke Sekda. Pasalnya, keran sosialisasi, Padil Karsoma sebagai bakal calon bupati nampaknya benar-benar dibuka oleh Dedi Mulyadi.

Indikasi ini makin nampak dengan sering ditugaskannya Sekda Padil Karsoma, dalam sejumlah kegiatan yang melibatkan massa banyak. Salah satunya ketika digelar acara panen raya padi di SMAN 1 Campaka, Senin (29/08/2016).

Tak hanya dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Rasmita. Hadir pula Kadistanhutbun Agus Suherlan serta Camat Campaka, Dodih Hamdani. Selain itu, dilibatkan ratusan siswa dari sekolah tersebut.

Bak gayung bersambut asumsi ini pun diamini Padil Karsoma, pria yang diketahui memulai karir birokrat sebagai mantri kesehatan desa. Padil bahkan menilai setiap program dan kebijakan yang telah dikeluarkan bupati saat ini harus dilanjutkan.

“Saya dan seluruh masyarakat Purwakarta memiliki komitmen sama melanjutkan program Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi,” kata Padil.

Menurut Padil, anak-anak sekolah panen padi tentu merupakan prestasi luar biasa sebagai realisasi Perbup No 69 Tahun 2015 Tentang Pendidikan Berkarakter. Tidak mudah menanamkan semangat bertani ditengah gempuran globalisasi dan industri saat ini. “Patut diapresiasi,” tandasnya.

Sebelumnya, pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Purwakarta menyampaikan jumlah pemilih pemula pada Pilkada 2018 mendatang mencapai 5.000 orang. Mereka umumnya didominasi kalangan pelajar.

“Ya, pemilih pemula kalangan pelajar di Pilkada mendatang berjumlah sekitar 5 ribu orang,” tegas Ketua KPU Purwakarta, Deni Ahmad Haidar didampingi anggotanya, Ramlan Maulana disela acara KPU menyapa pemilih pemula di MA Cipulus Wanayasa. (CN-01)

Topic:

Just For You

PSI Purwakarta Siapkan Verifikasi Kemenkumham

Cidahu.com – Dewan Pimpinan Daerah Partai Solidaritas Indonesia (DPD PSI) Kabupaten Purwakarta gelar persiapan verifikasi Kementrian Hukum dan Ham (Kemenkumham). Partai anak muda besutan Grace Natalie itu memastikan diri bisa jadi peserta pada pemilihan umum mendatang.

“Agendanya, Kopi Darat Daerah (Kopdarda), ini sebagai salah satu upaya persiapan verifikasi faktual di tingkat kabupaten. Dimulai dengan kelengkapan adminitratif sampai kebutuhan-kebutuhan ditingkat DPC kami pastikan siap,” ungkap Wakil Ketua DPD PSI Purwakarta, Agus Sanusi kepada Cidahu News, Minggu (28/8/2016).

Menurutnya, pada Kopdarda yang digelar di Hotel Ladera itu, selain dalam konteks persiapan verifikasi. DPD PSI Purwakarta juga melakukan pemantapan kembali nilai-nilai PSI pada para pengurus. Ini juga merupakan tindak lanjut dari konsolidasi yang dilakukan ditingkat provinsi pada 21 Agustus 2016 lalu di Bandung.

“Jika Trisakti Bung Karno menyebutkan Berdaulat secara politik, Berdikari secara Ekonomi dan Berkepribadian secara Budaya. PSI memiliki tiga poros kebangsaan yaitu Menebar Kebajikan, Merawat Keberagaman dan Mengukuhkan Solidaritas. Itu merupakan nilai-nilai yang harus dimiliki oleh kader PSI disemua tingkatan baik dalam pola pikir maupun langkah-langkah bahkan perilaku sehari-hari kader,” tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Umum DPW PSI Jawa Barta, Reza Arfah mengatakan, PSI mengajak generasi muda yang dalam dirinya mengalir DNA keragaman dan kebajikan. Agar bersama-sama untuk turut serta merapatkan barisan.

“Sudah saatnya anak muda tidak hanya menjadi penonton dipersimpangan sejarah. Kami menghormati generasi tua tetapi Indonesia saat ini butuh sosok-sosok pemimpin muda yang kreatif dan bersih. Hal itu semata bagian dari ikhtiar untuk merawat demokrasi di Indonesia yang saat ini tengah carut-marut,” kata Reza.

Mengutip Ali Bin Abi Thalib, Reza selanjutnya mengatakan, kebenaran yang tidak terorganisir akan kalah oleh kejahatan yang terorganisir. Disinilah PSI meletakkan pondasi berdirinya, sebagai barisan orang baik yang terpimpin, terdidik dan terorganisir.

“Politik sejatinya baik tetapi kemudian akhir-akhir ini konotasinya semakin buruk ditengah politisi-politisi yang hanya mementingkan agenda politik pribadi,” tandasnya. (CN-01)

Topic:

Just For You

Warga Harap Polisi Terus Razia Knalpot Bising

Cidahu.com – Razia knalpot bising yang dilakukan jajaran Kepolisian mendapat apresiasi dari masyarakat. Karena selama ini knalpot bising yang sering digunakan para pengendara sangat mengganggu, terlebih lagi suara bising yang keluar bisa mengagetkan para pengendara lain saat dijalanan.

Ujang Rosadi (37) warga Kecamatan Sukatani mengaku mendukung apa yang dilakukan oleh pihak Kepolisian Purwakarta dalam merazia knalpot bising yang mengeluarkan suara berisik tersebut.

” Saya setiap hari dari rumah menuju tempat kerja di kota dan saya lihat sudah berkurang pengendara motor yang menggunakan knalpot dengan suara berisik tersebut “, ujar Ujang kemarin Minggu (28/8).

Ujang berharap apa yang dilakukan pihak kepolisian ini dilakukan secara terus menerus dan tidak hanya itu Ia juga meminta razia serupa tidak hanya dilakukan di perkotaan tetapi di kecamatan juga, agar masyarakat tidak menggunakan knalpot seperti itu lagi.

” Di Perkotaan sudah sedikit motor yang menggunakan knalpot bising tetapi di pinggiran kota masih cukup banyak dan itu sangat mengganggu masyarakat apalagi kalau malam hari “, harap Ujang.

Sementara itu ditempat terpisah, Kasat Lantas Polres Purwakarta AKP. Arman Sahti, mengatakan bahwa razia knalpot bising akan dilakukan secara berkesinambungan guna menekan para pengendara yang menggunakan knalpot bising.

“Banyak pengaduan dari masyarakat yang merasa terganggu dengan suara knalpot bising, sehingga kami akan terus gencar melakukan razia terhadap kendaraan roda dua yang menggunakan knalpot bising,” terang Arman. (CN-02)‎

Topic:

Just For You

Peduli Purnawarman, Relawan AMAN “Babad Jukut” Stadion

Cidahu.com – Belasan Relawan Acep Maman (AMAN) dan Karang Taruna Kelurahan Sindang Kasih gotong-royong bersihkan rumput di Stadion Purnawarman, Sabtu (27/8/2016).

“Implementasi gotong-royong, kali ini sasarannya adalah babad jukut stadion Purnawarman, kita prihatin melihat kondisi stadion yang dulu jadi kebanggaan warga Purwakarta, kita ajak karang taruna dari warga sekitar stadion untuk bebersih,” kata Acep Maman, kepada Cidahu News.

Menurut Ketua DPC PDIP Purwakarta itu, untuk pekan depan pihaknya juga mengajakan warga dan komunitas bola atau pihak-pihak yang peduli terhadap keberadaan Stadion Purnawarman untuk bersama-sama membersihkan lokasi sekitar stadion.

“Mudah-mudahan lebih banyak lagi warga atau kelompok masyarakat yang peduli stadion yang mau sama-sama menjaga kebersihan stadion Purnawarman. Insya Allah pekan depan kita agendakan lagi bebersih stadion,” tutur Acep Maman.

acep maman babad

AMAN katakan berikutnya, disela-sela babad jukut, ada masyarakat yang bertanya tentang kurangnya pemeliharaan Stadion Purnawarman. “Saya menjawab saya siap mengelola dan memelihara stadion, asal diberi kepercayaan sama masyarakat dan pemerintah daerah,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, salah satu Pelatih Sepakbola di Purwakarta, Muntasirin, S.Pd menilai Pemkab Purwakarta tidak memiliki kepedulian teradap keberadaan Stadion Purnawarman.

Buktinya, stadion yang sempat menjadi kebanggaan warga Purwakarta itu dibiarkan tidak terawat. “Pemkab Purwakarta sudah hilang kepeduliannya terhadap perkembangan dunia olah raga, khususnya di Purwakarta,” kata Muntasirin. (CN-01)

Topic:

Just For You

TNI-AD Beri Penghargaan Kepada Bupati Purwakarta

Cidahu.com – Bertempat di Balai Samudera Jakarta, kemarin Rabu (24/8) Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menerima Penghargaan dari Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI-AD). Penghargaan tersebut langsung diserahkan oleh Kepala Staff TNI-AD Jenderal TNI Mulyono. Dimana penghargaan ini diberikan karena Kabupaten Purwakarta dinilai konsisten dalam mendukung kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang selalu rutin digelar dalam beberapa tahun terakhir.

Kepala Staff TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Mulyono di sela acara tersebut mengatakan bahwa Purwakarta konsisten mendukung program yang diinisasi oleh Mabes TNI ini terutama dalam bidang infrastruktur jalan desa dan kabupaten.

“Program TNI inikan lintas sektoral, karena stakeholdernya banyak maka dibutuhkan skala prioritas. Purwakarta konsisten dalam melaksanakan prioritas yang utama dalam infrastruktur jalan,” kata Mulyono.

Dalam masa kerja selama 21 hari kerja, program-program TMMD di Purwakarta selalu berjalan dengan baik. Mulyono pun berujar bahwa hari kerja tersebut akan ditambah menjadi 30 hari kerja untuk dalam rangka mewujudkan hasil kegiatan yang lebih baik.

“Sesuatu yang sudah baik ini harus lebih maksimal, sehingga kami putuskan untuk memperpanjang masa kerja TMMD dari 21 hari menjadi 30 hari kerja. Benefitnya kan untuk masyarakat juga tidak apa-apa ditambah,” ujar Mulyono.

Sementara itu Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi saat ditemui seusai menerima penghargaan mengatakan pihaknya di Purwakarta selalu membangun sinergi antara TNI dengan masyarakat.

“Ini membuat daya dukung yang kuat untuk kesuksesan pembangunan di wilayahnya saat ini,” kata Dedi.

Dedi juga menjelaskan, pelaksanaan TMMD di Purwakarta sendiri selalu dilaksanakan dengan dukungan pemerintah daerah yang bersinergi dan gotong royong antara TNI dan Masyarakat. Pria yang akrab disapa Kang Dedi itu pun tak lupa menyampaikan apresiasi dan terima kasih mendalam atas penghargaan yang diberikan oleh TNI Angkatan Darat tersebut.

“Saya berterima kasih, tentunya TNI sebagai pengayom masyarakat di daerah pasti akan terus mendukung kegiatan dalam rangka percepatan pembangunan,” jelas Dedi singkat.

Selain Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, penghargaan tersebut pun turut diberikan kepada Bupati Simalungun Provinsi Sumatera Utara dan Bupati Bungo Provinsi Jambi. (CN-02)

Topic:

Just For You

Lebih Dari 40.000 Penduduk Purwakarta Belum Miliki e-KTP

Cidahu.com – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Purwakarta tidak bisa memastikan seluruh warga Purwakarta memperoleh Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) tahun ini. Namun pihaknya optimis perekaman data kependudukannya sudah bisa tuntas sebelum 30 September 2016, sebagaimana batas waktu yang ditentukan perintah pusat.

“Kendala kami di daerah saat ini terjadi adalah pengadaan belangko e-KTP dari pusat. Jadi kemungkinan besar karena belangko belum ada dan selalu kurang maka kami tidak bisa memastikan seluruh warga Purwakarta mememproleh fisik e-KTP dalam waktu dekat ini,” ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdukcapil Purwakarta Sulaeman Wilman saat ditemui di ruang kerjanya kemarin Selasa (23/8)

Sementara untuk proses perekaman dipastikan bisa tuntas sesuai target, karena dari 634.705 penduduk wajib KTP hanya tersisa 9,98% saja yang belum direkam, yaitu sebanyak 781 penduduk.

“Artinya kebijakan Kementrian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri) yang menargetkan batas waktu perekaman e-KTP sampai 30 September 2016 optimis bisa tercapai di Purwakarta,”tambahnya.

Seperti diketahui, Kemendagri mengumumkan kebijakan baru dengan akan menonaktifkan data penduduk yang belum merekam e-KTP sampai 30 September 2016. Sejumlah layanan publik bakal tak bisa diakses karena data penduduk dinonaktifkan. Soal kebijakan itu, Sulaeman mengaku tidak terlalu khawatir. Namun yang disesalkan pihaknya adalah proses pengadaan belangko e-KTP yang harus diambil dari pusat.

“Berdasarkan data yang ada, jumlah penduduk yang sudah direkam namun belum memiliki fisik e-KTP karena belum dicetak sebanyak 24.648 penduduk, ditambah 7.000 data lama penduduk dan 10.000 penduduk yang melakukan perubahan status dan alamat. Jadi Purwakarta kekurangan sekitar 41.648 belangko KTP,”tambahnya.

Artinya, ada persoalan yang harus dibenahi sehingga kendala yang terjadi diderah bisa diatasi. Selain kendala belangko ada juga kendala lain yang macet, seperti proses perekaman yang harus mendapat persetujuan pusat secara online yang kemudian dikembalikan lagi ke daerah sebelum akhirnya bisa dicetak.

“Kadang karena datanya menumpuk jadi mandek,” ujarnya.

Sulaeman menerangkan kebijakan soal e-KTP yang digulirkan pemerintah pusat ini belum diatur dalam aspek teknisnya, yang sekarang muncul merupakan aspek politisnya saja. Proses perekaman dan pembuatan e-KTP ini memang bisa dilakukan dalam waktu singkat, namun perintah pusat tidak menghitung kendala dan resiko yang terjadi di lapangan.

“Seperti adanya perubahan alamat penduduk, status penduduk, termasuk juga KTP penduduk yang hilang, sehingga mereka datang kembali mengajukan perubahan data dan membuat e-KTP baru,” terangnya. (CN-02)

Topic:

Just For You

Siswa SDN 1 Lebak Anyar Belajar Mengenal Lingkungan Sekitar

Cidahu.com – Untuk mengurangi tingkat kejenuhan para siswanya yang setiap harinya belajar didalam kelas, Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Lebak Anyar Pasawahan kemarin Selasa (23/8), mengajak para siswanya untuk belajar diluar lingkungan sekolah.

Adapun kegiatan yang dilakukan para siswa tersebut yaitu belajar mengenali lingkungan sekitar, seperti daerah perkantoran dan pelayanan publik lainnya.

Kepala SDN 1 Lebak Anyar Kusnaedi, S.Pd saat ditemui di sekitar Taman Pasanggrahan Padjajaran mengatakan, kegiatan ini menjadi salah satu pembelajaran yang ditetalkan bagi para siswanya untuk menghilangkan kejenuhan dimana setiap harinya para siswa belajar didalam kelas.

“Kegiatan ini sesuai arahan dari Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi untuk memberikan pelajaran kepada siswa tidak hanya didalam kelas namun juga diluar guna lebih mengenal lingkungan sekitar,” kata Kusnaedi.

Kusnaedi menjelasjan, para siswa mengunjungi beberapa tempat seperti perkantoran pemerintahan, Kodim, Pengadilan, Kantor Pos, Rumah Dinas Bupati, Situbulet dan beberapa tempat lainnya yang bisa menambah wawasan bagi para siswa.

“Sengaja kita ajak mereka ketempat tersebut untuk mengetahui kantor – kantor tempat pelayanan publik dan tentunya mengajak para siswa belajar sambil bermain di sekitar Taman Pasanggrahan Padjajaran ini,” jelasnya.

Ada sekitar 200 siswa yang mengikuti kegiatan ini yang berasal dari siswa kelas 4,5 dan 6 dimana para siswa mulai keliling dari pukul 06.00 WIB pagi tadi hingga pukul 10.00 WIB nanti yang tentunya diawasi oleh para wali kelas mereka.

“Ini akan kita lakukan tiap 3 bulan sekali dan besok giliran siswa kelas 1,2 dan 3 yang akan mengikuti kegiatan serupa serta para orang tua diperbolehkan untuk ikut serta dalam kegiatan ini,” terang Kusnaedi. (CN-02)

Topic:

Just For You

Pelajar Merokok, Akan Dikurangi Nilai Pelajaran

Cidahu.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta menaruh perhatian lebih kepada para pelajar diwilayahnya.
Setelah mengeluarkan Surat Edaran tentang pelarangan dan sanksi bagi pelajar jika membawa kendaraan bermotor ke sekolah, kemarin, Senin (22/8) Pemkab Purwakarta melalui Dinas Pendidikan dan Olahraga bekerja sama dengan Dinas Kesehatan memeriksa siswa yang diketahui menjadi perokok aktif pada pemeriksaan sebelumnya.

Bertempat di SMKN I Purwakarta Jl Raya Maracang – Curug, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi secara langsung memimpin pemeriksaan terhadap 800 orang siswa perokok aktif di sekolah tersebut.

Petugas dari Dinas Kesehatan terlihat memeriksa gigi dan mulut pelajar perokok tersebut untuk diketahui apakah pelajar itu sudah menghentikan kebiasaan merokoknya atau tidak. Melalui pemeriksaan gigi dan mulut ini dapat ditemukan zat nikotin dan zat lain dalam rokok yang masih tersisa pada bagian gigi dan mulut mereka.

Disela kegiatan, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menegaskan apabila siswa yang sebelumnya sudah diketahui merokok secara aktif tetapi belum menghentikan kebiasaannya, pihaknya tidak akan segan untuk memberikan Surat Peringatan I.

“Sebelum ini kita periksa 2000 orang siswa, dari jumlah itu ada 800 siswa menjadi perokok aktif. Hari ini dari 800 siswa itu ternyata 400 siswa masih merokok secara aktif jadi kami langsung memberikan surat peringatan kepada mereka,” tegas Bupati yang akrab disapa Kang Dedi ini.

Dedi pun menambahkan selain surat, ada sanksi lain yang siap diterapkan ketika pelajar tetap ‘keukeuh’ dengan kebiasaan merokoknya. Menurut Bupati yang selalu mengenakan pakaian khas Sunda ini, sanksi berupa pemotongan nilai raport akan dialami oleh siswa ketika membandel.

“Bulan Desember nanti kita akan memeriksa kembali, kalau tidak berubah juga, nilai setiap mata pelajaran di raport mereka akan hilang sebanyak 2 poin. Kalau ulangan dapat 7 maka di buku raport akan ditulis 5 jika anak itu tidak mengindahkan surat peringatan dan tidak menutup kemungkinan sanksi tidak naik kelas hingga dikeluarkan dari sekolah akan kita terapkan,” ungkap Dedi.

Melalui pemeriksaan rutin ini Dedi berharap tingkat kedisiplinan pelajar di Purwakarta dapat lebih meningkat. Menurut dia ini penting untuk menekan jumlah pelajar perokok aktif di semua tingkatan sekolah di wilayahnya.

“Ini pembelajaran saja agar mereka disiplin. Disamping gak bagus untuk kesehatan, merokok juga merusak tatanan ekonomi keluarga. Apalagi kalau keluarganya tidak mampu, bisa lebih repot,” terang Dedi. (CN-02)

Topic:

Just For You

Pameran Kuliner dan Produk Etnik di Taman Pasanggrahan Padjajaran

Cidahu.com – Pemerintah Kabupaten Purwakarta menggelar Pameran Kuliner serta Produk Etnik Nusantara di Taman Pasanggrahan Padjajaran yang telah dimulai dari tanggal 20 hingga 27 Agustus 2016 mendatang.

Taman Pasanggrahan Padjajaran dulunya dikenal dengan nama Alun-alun Purwakarta ini disulap menjadi penuh bunga, ornament khas Sunda, dan dua air mancur ukuran besar dengan monument kujang di tengahnya. Dan mulai hari ini taman tersebut resmi dibuka untuk umum.

“Sebelumnya kan dibuka hanya untuk kegiatan khusus saja seperti upacara 17 Agustus, tapi sekarang pengerjaan sudah hampir beres jadi dibuka untuk umum,” ujar Dedi kemarin Sabtu (20/8).

Dedi juga menjelaskan, arti kata Pasanggrahan adalah tempat berkumpulnya para kesatria, cendekiawan hingga masyarakat yang memiliki visi yang sama. Sementara Padjajaran berarti kesetaraan yang menjadikan semangat persatuan.

“Jadi taman ini akan mengajarkan kita mengenai kesetaraan dalam kehidupan,” ucapnya.

Bupati Purwakarta yang dikenal dekat dengan masyarakat ini juga menambahkan, dalam pameran ini masyarakat bisa melihat berbagai jenis makanan tradisional dan aneka macam kerajinan. Bukan hanya etnik khas Jawa Barat, namun beberapa daerah seperti Sumatera Utara, Bali, Kalimantan Tengah, hingga Papua ikut meramaikan pameran ini.

“Berbeda dengan pameran lainnya, di tempat ini para perajin langsung membuat makanan atau aneka macam souvenir langsung di hadapan para pengunjung. Nantinya pengunjung pun bisa langsung membeli dari pedagang,” tambah Dedi.

Di tempat ini terdapat dua bangunan leuit atau lumbung padi khas sunda yang berukuran raksasa. Leuit itu dilengkapi dengan berbagai ornament khas petani di desa. Rencananya, dalam waktu dekat taman ini pun akan dipenuhi oleh aneka hewan yang juga berfungsi sebagai taman pendidikan.

“Mudah-mudahan taman ini bisa menjadi tempat wisata alternatif bagi masyarakat Purwakarta dan masyarakat yang berasal dari daerah lain,” harap Dedi.

Sementara itu Vega (presenter Bukan Empat Mata) yang hadir dalam pameran ini mengaku cukup senang bisa melihat berbagai aneka kuliner dan kerajinan dari berbagai daerah ini, Ia juga mengatakan acara seperti ini sangat bagus sebagai wisata alternatif bagi masyarakat dan bisa menambah pengetahuan.

“Setelah melihat secara langsung pembuatan aneka kuliner dan souvenir dari berbagai nusantara ini kita bisa lebih menghargai hasil karya tersebut karena ternyata tidak gampang untuk membuat itu semua,” ungkap Vega yang sempat mengunjungi beberapa stan pameran bersama Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi kemarin. (CN-02)

Topic:

Just For You