Headline

Pelantikan Pengurus Golkar Karawang di Rumah Kediaman Pengidap Kanker

Cidahu.com – Ada hal yang sangat menarik pada pelantikan Pengurus Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Karawang, biasanya kebanyakan acara seperti ini dilaksanakan di gedung – gedung atau hotel namun acara pelantikan kemarin Senin (1/8/2016) dilaksanakan di halaman kediaman warga pengidap kanker ovarium, Ny Enih (36) di Kampung Ciselang Desa Cikampek Utara Kecamatan Kota Baru Kabupaten Karawang untuk lokasi pelantikan.

Kegiatan yang juga melibatkan ratusan warga setempat tersebut, sesuai keinginan Ketua DPD Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Penyerahan SK Ketua dan Pengurus Golkar Karawang diserahkan Ketua DPD Golkar Jabar Dedi Mulyadi di dalam kediaman Ny Enih, yang disebut-sebut warga kurang mampu di desa itu kepada Ketua DPD Golkar Karawang, Sri Rahayu Agustina.

Dalam sambutannya Dedi menyampaikan bahwa kader Golkar harus dekat dengan masyarakat dan sering menyerap aspirasi masyarakat kemudian membantunya dengan ikhlas.

Menurut pria yang juga Bupati Purwakarta ini, tugas pokok pengurus maupun kader Golkar yaitu memberi perhatian lebih kepada orang kecil. Karena tanpa masyarakat bawah Golkar bukan apa-apa.

“Jangan butuhnya saja kita datang atau dekat dengan masyarakat. Kita harus sering-sering turun ke masyarakat,” ujar Dedi.

Dedi pun menjelaskan soal pengobatan Ny Enih. Kata dia, Ny Enih akan segera diberangkatkan ke RS Hasan Sadikin Bandung untuk segera dioperasi.

Dedi juga menjelaskan, pelantikan pengurus partai di tengah permukiman padat penduduk itu agar bisa membantu biaya pengobatan Enih.

“Sehingga biaya pelantikan yang biasanya dilakukan di gedung, bisa dialihkan untuk bantu pengobatan warga sini yang terkena kanker. Kan daripada keluarkan biaya besar untuk sewa gedung atau hotel, lebih baik seperti ini,” ujar Dedi.

Sementara itu Wa Emah (48), salah satu kerabat Enih penderita kanker ovarium mengatakan Enih yang hingga saat ini belum menikah mengalami kanker ovarium setahun yang lalu. Semula, terdapat benjolan di perut. “Tapi setahun kemudian perutnya membesar hingga seperti orang hamil besar,” ujar Wa Emah kakak ipar Enih.

Wa Emah menambahkan Enih bisa dilayani menggunakan layanan BPJS Kesehatan dengan dirujuk ke RSHS Bandung. Namun, kata dia, itu membutuhkan waktu lama. Enih sendiri tinggal di rumah permanen sederhana yang terdiri dari tiga kamar, bersama lima orang saudaranya. (CN-02)

Comments

Portal berita online Purwakarta

Copyright © 2017 Cidahu News by Jabar Media Net(work)

To Top