Headline

Bupati Purwakarta Lunasi Biaya Kepulangan TKI Yanti

Cidahu.com – Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi hari Kamis kemarin (18/8), melunasi biaya pemulangan TKI overstayer, Yanti binti Taslim (34) dari Jeddah Arab Saudi.
Yanti diketahui berangkat ke Arab Saudi pada Tahun 2009 dengan menggunakan Kartu Tanda Penduduk kabupaten lain karena Kabupaten Purwakarta sejak Tahun 2008 telah menerapkan moratorium pengiriman TKI ke luar negeri.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun Spirit Jawa Barat, Yanti menderita penyakit liver dengan disertai pembengkakan pada bagian perut dan kaki. Akibat penyakit yang dideritanya ini, Yanti harus dirawat di Rumah Sakit Rafa Medical Center Jeddah Saudi Arabia.

Kemalangan Yanti tidak berhenti sampai disitu saja, karena berstatus sebagai TKI overstayer atau menyalahi izin tinggal yang sudah ditetapkan oleh pihak Imigrasi disana, mengakibatkan Yanti lama dirawat di Rumah Sakit tersebut tanpa perlindungan Imigrasi, sampai Santi Ayu Ardhani memberitahukan kondisi TKI yang berasal di Tanjung Garut Purwakarta ini kepada

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi melalui akun Facebooknya.

Menerima laporan tersebut, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi langsung berkoordinasi dengan Kepala BNP2TKI Nusron Wahid. Ikhtiar Bupati yang dikenal responsif terhadap keluhan warga tersebut membuahkan hasil. Tak lama setelah itu, Dia menerima Surat dari Konsulat Jenderal RI di Jeddah Fadhly Ahmad yang menyatakan Yanti binti Taslim telah memperoleh Exit Permit dan siap dipulangkan ke Indonesia dengan catatan harus membayar biaya pengobatan dan denda keimigrasian.

“Saya ada terima keluhan, sudah berkoordinasi dan akhirnya TKI itu (Yanti) bisa dipulangkan. Tentu kami harus membayar seluruh biaya pengobatan dan denda keimigrasian. Totalnya Rp136 Juta. Siang tadi saya selesaikan pembayarannya dengan biaya Non APBD,” kata Dedi saat ditemui di rumah dinasnya Jl Gandanegara No 25 Purwakarta hari ini.

Dedi berharap ini harus menjadi kasus TKI yang terakhir karena moratorium pengiriman TKI ke luar negeri telah lama diberlakukan di wilayahnya. Menurut Dedi, masih saja ada warganya yang nekad berangkat ke luar negeri dengan cara membuat KTP di kabupaten lain.

“Saya harap ini yang terakhir, Purwakarta sudah lama moratorium, TKI ini juga kan berangkat bukan dari Purwakarta, dia membuat KTP di kabupaten lain terlebih dahulu. Makanya lolos pengawasan kami, tapi saat ada masalah kan larinya ke kami juga,” pungkas Bupati yang akrab disapa Kang Dedi tersebut. (CN-02)

Comments

Portal berita online Purwakarta

Copyright © 2017 Cidahu News by Jabar Media Net(work)

To Top