Ini Syarat Mendapatkan Website Gratis untuk Desa

Cidahu.com – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bekerja sama dengan Pengelola Nama Domain Indonesia (PANDI) dengan program membagikan satu juta domain ekstensi berakhiran .id secara cuma-cuma.

Pembagian domain .id tersebut berlangsung dua tahap yaitu 500 domain dibagikan pada akhir tahun 2015 dan sisanya dilakukan pada tahun 2016.

Perlu diketahui domain gratis ini bukan ekstensi .id tetapi turunannya, contoh seperti .desa.id untuk desa, .co.id untuk UMKM, .ponpes.id untuk pondok pesantren dan sch.id untuk sekolah/universitas.

Kabarnya pemerintah desa di Kabupaten Purwakarta wajib memiliki sebuah media informasi desa, seperti website desa sebagai ajang sosialisasi program desa kepada masyarakat, lebih dari itu untuk merealisasikan semangat transparansi pengelolaan anggaran di tingkat desa.

Nah, Apa Syarat Mendapatkan Website Gratis untuk Desa?

Kepala Desa / Sekretaris Desa (Sekdes) yang bersangkutan dapat mengajukan untuk mendapatkan domain dengan ekstensi .desa.id beserta hosting gratis selama satu tahun. Tahun berikutnya menjadi tanggungjawab desa bersangkutan.

Nama Domain Persyaratan (Pendaftaran baru saja)
.DESA.ID –  Surat Permohonan (lihat contoh formatnya)
–  SK Pengangkatan Kepala Desa
–  SK Pengangkatan Aparat Desa
–  Surat Kuasa (lihat contoh formatnya)

 

Nama domain harus sesuai dengan kriteria penamaan atau bisa disesuaikan dengan nama masing-masing desa, misalnya Desa Kertajaya bisa memakai kertajaya.desa.id, Desa Sawahkulon sawahkulon.desa.id, Desa Pasawahan Anyar pasawahananyar.desa.id.

Namun jika nama domain tersebut tidak bisa didaftarkan atau sudah digunakan oleh desa di luar Purwakarta, misalnya Desa Cidahu Pasawahan Purwakarta ingin memiliki website dengan domain cidahu.desa.id sedangkan nama domain tersebut tidak bisa digunakan/ sudah dipakai oleh desa selain di Purwakarta yaitu desa dari Sukabumi. Alternatifnya bisa memakai nama lain misal cidahupwk.desa.id atau nama domain lain yang tidak bertentangan dengan HaKI, IPR, Hak Paten/Merk.

Tahap Mendaftar Domain .DESA.ID

Untuk mendaftarkan domain .desa.id di situs Registrar Domain Instansi Penyelenggara Negara (domain.go.id) terlebih dahulu harus membuat akun pengguna. Namun untuk membuat akun pengguna domain.go.id wajib menggunakan email dengan ekstensi domain .go.id.

Jika di desa bersangkutan ada Sekretaris Desa (Sekdes) yang sudah diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan jika Sekdes tersebut memiliki email dengan akhiran .go.id contoh wan.sekdescidahu@purwakartakab.go.id maka bisa menggunakan email itu.

Namun jika tidak mempunyai email dengan ekstensi akhiran go.id dan jika tidak ada PNS, maka Kepala Desa atau Sekretaris Desa bersangkutan bisa membuat/ mendaftarkan email dengan akhiran @desa.pnsmail.go.id.

Untuk mendaftarkan email @desa.pnsmail.go.id bisa mengajukannya dengan cara mengirimkan email ke pendaftaran@pnsmail.go.id (bisa mengunakan Gmail) dengan cara sebagai berikut;

Subjek : Pendaftaran Email Desa (contoh Desa Cidahu)

Nama Lengkap : Sesuai KTP
Jabatan :
Unit Kerja : Nama Desa
Nomor HP :
Email yang diajukan : namapengguna.namadesa@desa.pnsmail.go.id misalnya wawan.cidahu@desa.pnsmail.go.id
Lampiran : Surat Keputusan Pengangkatan Perangkat Desa (di scan/ foto format .JPG ukuran max. 1MB)

Contoh Pengajuan Pendaftaran Email @desa.pnsmail.go.id

Contoh Pengajuan Pendaftaran Email

Lama persetujuan dan pembuatan akun email @desa.pnsmail.go.id antara 1-4 hari kerja. Untuk lebih lengkapnya bisa dilihat disini.

Jika sudah memiliki email dengan akhiran .go.id bisa langsung membuat akun dan membuat domain .desa.id di Registrar Domain Instansi Penyelenggara Negara melalui website domain.go.id. Atau bisa hubungi pendamping resmi dalam program satu juta domain sesuai wilayah kerja yang telah ditetapkan. (ONE)

Topic:

Just For You

Sang Pahlawan Pustaka Purwakarta

Cidahu.com– Kendati diusia yang tidak muda lagi Rahmat Djudju Djunaedi atau Abah Uju (68) disetiap paginya masih semangat mengayuh sepeda ontelnya berkeliling ke desa – desa di wilayah kecamatan yang berbatasan dengan Kabupaten Bandung Barat membawa buku agar bisa dibaca masyarakat terutama anak – anak.

Lelaki asal Desa Gunung Hejo Kecamatan Darangdan Kabupaten Purwakarta ini merupakan pensiunan perusahaan BUMN yang bergerak dalam bidang perkebunan ini menjalani rutinitas tersebut dari tahun 1988.

“Setelah abah pensiun, setiap pagi sudah bisa berkeliling, dulu abah baru bisa keliling bawa sepeda dan buku dari jam 2 siang sampai jam 5 sore. Sehari biasanya bisa sampai ke 10 desa,”jelas Abah Uju Jumat (5/8).

Abah Uju mengatakan alasan dirinya melakukan ini semua karena ingin membantu memberikan informasi kepada masyarakat melalui buku karena minat baca masyarakat terutama anak – anak harus terus dikawal.

” Abah mah ikhlas mengerjakan ini karena yang terpenting tujuan abah untuk menjadikan masyarakat gemar membaca dapat tercapai. Pembaca buku-buku yang Abah bawa dapat mencapai 560 orang dengan satu koordinator di masing-masing desa,”kata Abah Uju menambahkan.

Suka dan duka telah dialami oleh Abah Uju dalam menjalani aktifitasnya tersebut. Abah Uju yang juga memiliki kepiawaian membuat suling bambu ini seringkali kehilangan banyak buku karena masyarakat yang meminjam tidak mengembalikannya.

Seiring dengan koleksi buku Abah Uju yang semakin bertambah, pada Tahun 2008, salah satu ruangan di rumahnya dijadikan perpustakaan mini. Perpustakaan mini miliknya ini menjadikan Abah Uju ketiban berkah.

” Alhamdulillah bantuan mulai berdatangan baik dari pemerintah maupun swasta bahkan pak Dedi Mulyadi pernah memberangkatkan Abah untuk menjalankan Ibadah Umroh ke Tanah Suci Mekah.

Abah Uju menambahkan, saat ini koleksi buku yang ada di Perpustakaan Mini miliknya sudah mencapai 15.000 buah buku dengan berbagai jenis buku.

” Koleksi buku dan majalah Abah sekarang sudah mencapai 15.438 buku yang berasal dari sumbangan Pemerintah, pihak swasta, mahasiswa serta masyarakat,” tambahnya

Sementara itu Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi saat berkunjung ke rumah abah Uju mengatakan, mulai saat ini Abah Uju akan di angkat oleh Pemerintah Kabupaten Purwakarta sebagai Tenaga Harian Lepas dimana nanti Abah Uju akan membuat suling bambu yang bisa digunakan Pemerintah sebagai cinderamata nantinya.

” Selain itu abah Uju mempunyai tugas mengajarkan cara membuat suling bambu kepada masyarakat di Pendopo Purwakarta,” terang lelaki yang akrab disapa Kang Dedi ini.

Dedi juga menjelaskan, melihat apa yang dilakukan Abah Uju selama ini demi membantu masyarakat agar bisa membaca, Pemerintah Kabupaten Purwakarta akan membangun Saung Baca di rumah Abah Uju dan menginstruksikan kepada seluruh pegawai agar memberikan sumbangan berupa buku atau majalah untuk menambah literatur di Saung Baca yang akan dikelola oleh Abah Uju.

” Kita juga nanti akan bangun saung baca di belakang rumah Abah Uju. Agar nanti anak-anak atau warga yang mau baca bisa di saung baca itu bisa lebih banyak menampung pembaca serta nyaman,” jelas Dedi

Sebagai buah keikhlasan Abah Uju, Dedi sempat memberikan penghargaan ‘Warga Yang Berperan Aktif Mencerdaskan Masyarakat Melalui Perpustakaan Keliling’ pada tahun 2012 lalu yang lalu.

“ Keikhlasan pengabdian Abah Uju yang tanpa pamrih ini harus diapresiasi oleh seluruh masyarakat dan semangatnya merupakan hal yang patut ditiru oleh anak muda zaman sekarang” pungkas Dedi. (CN-02)

Topic:

Just For You

PD Dorong Desa Miliki Website

Cidahu.com – Mendukung kebijakan transparansi anggaran, Pendamping Desa (PD) dorong setiap desa di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, miliki media informasi desa.

“Kedepan, semua desa harus miliki media informasi desa, seperti website desa bersangkutan misalnya,” kata Tenaga Ahli Pendamping Desa Kabupaten Purwakarta, Oyang Este Binos, S.Fil.I, Kamis (4/8/2016).

Menurut dia, media informasi desa penting tidak hanya berfungsi sebagai ajang sosialisasi program desa kepada masyarakat, lebih dari itu untuk merealisasikan semangat transparansi pengelolaan anggaran di tingkat desa.

Apalagi, pasca diundangkannya UU No 6 Tahun 2014 tentang Desa, tiap desa ditarget mendapat suplai anggaran lebih Rp 1 miliar pertahun. Belum dana tambahan dari daerah. Makanya, realisasi ini perlu benar-benar dikawal.

“Dan keberadaan media informasi juga jadi bagian dari komitmen desa mengelola anggaran secara baik, dan transparan,” ujarnya.

Bentuk media informasi cukup banyak. Dimulai dari yang paling sederhana dan klasik, seperti halnya papan pengumuman biasa, hingga berupa aplikasi online sejenis website. Tujuan keduanya sama, mempermudah publik mengakses informasi desa. Dari sini, diharapkan, partisipasi publik meningkat.

Lebih dari itu, lanjut Binos, keberadaan media informasi juga penting sebagai jendela desa. Dimana, orang bisa leluasa meneropong setiap potensi di desa tersebut. Sehingga sekecil apa pun potensi yang dimiliki bisa digali optimal.

“Jika sudah begini, maka cita-cita membangun desa kuat, mandiri, sejahtera dan semokratis dipastikan bisa terwujud,” tegasnya. (CN-01)

Topic:

Just For You

Kang Dedi Tegur Anggota DPRD Jabar Dari Partai Golkar

Cidahu.com – Sebelum menghadiri acara Musda III KOSGORO 1957 Provinsi Jawa Barat TH 2016 di hotel Horison Kota Bandung kemarin, Kamis (4/8/2016) Ketua DPD Golkar Jawab Barat Dedi Mulyadi mengunjungi Kantor DPD Jawab Barat. Betapa terkejutnya Pria yang saat ini masih menjabat sebagai Bupati Purwakarta ini ketika setibanya di kantor tersebut, dimana Dedi menemukan warga Bandung yang tinggal di gubuk yang tidak layak huni selama puluhan tahun.

Nanda Syariah (63) yang kesehariannya menjadi pengumpul barang bekas ini mengaku terpaksa tinggal di gubuk yang berada di lahan kantor DPD Golkar Jabar ini karena tidak ada uang untuk mengontrak rumah apalagi membeli rumah.

” Saya tidak punya uang pak, makanya saya bersama kedua anak saya tinggal disini,” ungkapnya saat bertemu langsung Dedi Mulyadi.

Saat ditanya sudah berapa lama tinggal disini, Nanda mengaku dirinya sudah dari tahun 1969 menempatinya hingga saat ini.

Nanda mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan dari Dedi Mulyadi dan berjanji saat ini juga dirinya akan meninggalkan tempat ini untuk mengontrak rumah yang lebih layak untuk dihuni. ” Selama ini saya belum mendapatkan bantuan dari Pemerintah Jawa Barat dan saya sangat bersyukur Pak Dedi Mulyadi memberikan bantuan kepada saya dengan jumlah uang yang mustahil bagi saya untuk bisa saya kumpulkan kendati bekerja dengan keras,” terang Nanda.

Sementara itu Dedi Mulyadi mengaku kesal dengan anggota DPRD Provinsi Jawa Barat yang tidak pekak terhadap lingkungan sekitat, sampai – sampai ada warga yang seharusnya dibantu malah tidak mengetahuinya malah terkesan cuek.

” Masa tidak tahu ada warga yang tinggal di gubuk tidak layak huni persis di belakang kantor kita, seharusnya ada warga yang seperti ini harus segera dibantu,” ujar nya kepada beberapa anggota DPRD Provinsi Jabar dari Partai Golkar di kantor DPD Golkar Jawa Barat.

Dalam kesempatan itu, Dedi Mulyadi kembali mengingatkan kepada semua kader Golkar Jabar apa lagi yang saat ini kader tersebut sudah menjadi pejabat harus peka terhadap masalah sekitar.

” Saya minta kepada semua kader Golkar untuk memperhatikan sekitarnya jangan sampai ada lagi peristiwa seperti ini,” pinta Dedi. (CN-02)

Topic:

Just For You

14 Pelajar SMAN 1 Jatiluhur Kedapatan Membawa Motor Ke Sekolah

Cidahu.com – Benar seperti Pepatah mengatakan, sepandai – pandainya tupai melompat pasti jatuh juga, ini yang terjadi kepada 14 pelajar SMAN 1 Jatiluhur kemarin Rabu (3/8/2016) mereka kedapatan membawa motor sendiri ke sekolah saat Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke sejumlah tempat penitipan motor di daerah Jatiluhur.

Dedi Mulyadi langsung memimpi sidak tersebut, bersama pihak kepolisian, Disdikpora, Satpol PP, serta Dishup Purwakarta.

Pada sidak tersebut, kebanyak pelajar tidak membawa surat surat kendaraan, tidak menggunakan helm serta tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) dan atas permintaan Bupati, pihak Kepolisian yang ikut dalam sidak menilang semua kendaraan pelajar sebagai sanksi yang diberikan.

Dedi juga sempat bertanya kepada Nunung yang diduga menyewakan tempat yang dijadikan pelajar untuk memparkirkan motor mereka namun Ia menjawab Dirinya tidak menyewakan tempat parkiran itu.

“Ini mah bukan kami menyewakan untuk tempat parkir, pak bupati. Ini cuma tanah lapang saja, tapi tiap pagi anak-anak pelajar suka langsung datang dan parkirkan kendaraan disini,” jawabnya.

Wakil Kepala SMA Negeri 1 Jatiluhur Eli Surliah mengaku pelajar yang kedapatan membawa sepeda motor dan memarkirkannya di sekitar sekolah merupakan pelajar yang sehari-harinya bermasalah.

“Ini yang bawa motor siswa yang bandel, kami sering menegur mereka, ini yang ke sekian kalinya,” kata Eli.

Eli juga menambahkan, pihak sekolah sudah melakukan sosialisasi terkait larangan membawa sepeda motor kepada semua siswa selain itu pihak sekolah juga bekerjasama dengan pihak kepolisian setempat.

“Pagi ini aja kita apel pagi bersama pihak Polsek Jatiluhur terkait aturan yang melarang siswa membawa motor ke sekolah,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi meminta kepada pihak sekolah memanggil orang tua pelajar yang kedapatan membawa motor untuk memberikan penjelasan tentang larangan membawa motor ke sekolah.

” Saya minta Orang tua mereka dipanggil ke sekolah untuk mendapat penjelasan sehingga mereka tidak mengulang lagi kesalahan ini,” pintanya. (CN-02)

Topic:

Just For You

Buruh Ternak Segera Didata Untuk Dapat Bantuan

Cidahu.com – Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengintruksi kepada seluruh Kepala Desa di Kabupaten Purwakarta untuk mendata seluruh para Maro Bati yang lebih dikenal dengan sebutan Buruh Ternak diwilayahnya. Intruksi ini dikeluarkan untuk mengetahui siapa saja warga yang berhak mendapatkan bantuan ternak dari Pemkab Purwakarta nantinya.

“Setelah di data, nanti kami carikan hewan ternak untuk mereka. Untuk kambing tiga ekor betina dan satu jantan. Lalu untuk sapi satu ekor. Tentu nanti kami awasi ketat aktifitas buruh ternaknya,” kata Dedi.

Tujuan bantuan untuk Buruh Ternak ini adalah agar mereka tidak lagi menjadi buruh yang hanya menternakan hewan milik orang lain akan tetapi bisa memiliki hewan ternak sendiri seperti pak Marhaen yang sering disebut-sebut Presiden Republik Indonesia (RI) pertama, yang punya ternak sendiri, tanah sendiri untuk produksi sendiri.

” Selama ini Maro Bati hanya menternakan hewan milik orang lain. Tidak jarang, bagi hasilnya justru tidak seimbang dengan usahanya menternakan hewan ternak milik orang lain” ujar Dedi kepada beberapa awak media kemarin Rabu (3/8/2016).

Dedi juga menambahkan, itu dilakukan untuk meningkatkan sumber daya ekonomi mereka yang biasanya menjadi buruh kini menjadi tuan. “Kedua adalah meningkatkan daya dukung pedesaan sebagai sumber pangan dan peningkatan produktifitas peternakan,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama Kepala Dinas Peternakan (Disnakan) Kabupaten Purwakarta Herry Herawan mengatakan untuk pendistribusian bantuan ternak itu sendiri nantinya akan diawasi pihak desa dan Disnakan agar bantuan tersebut tepat sasaran.

“Kita memiliki target Purwakarta menjadi salah satu basis peternakan salah satunya adalah orang yang berprofesi sebagai buruh ternak. Mereka memiliki kemampuan tapi tidak punya hewan ternaknya,” kata Herry. (CN-02)

Topic:

Just For You

Awak Angkutan Umum Purwakarta Dukung Larangan Pelajar Pakai Motor Ke Sekolah

Cidahu.com – Peraturan Bupati (Perbup) Purwakarta terkait larangan bagi pelajar dibawah umur menggunakan kendaraan bermotor mendapat dukungan dari puluhan awak angkutan umum atau sopir angkot di Kabupaten Purwakarta dan mendesak Pemerintah Daerah Purwakarta bersama dengan Polres Purwakarta dengan konsisten menerapkan kebijakan tersebut.

Hal ini seperti dikatakan Ketua Kelompok Kerja Sub Unit (KKSU) Angkutan Kota (Angkot) Jalur 07 Wawan Gunawan kemarin (2/8/2016) saat ditemui di Sub Terminal Maracana.

“Menurut kami Pemkab Purwakarta bersama Polres Purwakarta harus sering menggelar razia pelajar yang membawa motor ke Sekolah dan harus secara terus menerus dilakukan, ” katanya.

Wawan juga meminta kepada Pemkab Purwakarta dan Polres Purwakarta melakukan razia kendaraan bagi pelajar tidak hanya karena adanya kasus kecelakaan Lalu lintas yang melibatkan pelajar yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang yang baru baru ini terjadi.

“Jangan gara – gara ada kecelakaan kemarin saja baru menggelar razia namun harus konsisten sehingga bisa berdampak positif bagi kami,” pintanya.

Kendati demikian Wawan bersama sopir angkot lainnya mengapresiasi pemerintah dan polisi yang gencar melakukan razia pelajar menggunakan sepeda motor ke sekolahnya.

“Jika razia pelajar tidak pakai motor ke sekolah secara terus menerus digelar, mau tidak mau mereka bakal pakai angkot ke sekolah, kan itu bagus, mengurangi kemacetan serta angka kecelakaan bisa menurun dan sudah tentu memberi kehidupan pada kami sopir angkot,” ujar Wawan.

Sementara itu Ifah (27) warga Sukatani yang sehari – harinya sebagai ibu rumah tangga mengaku mendukung aturan yang di keluarkan oleh Pemkab Purwakarta tersebut, karena selama ini dirinya selalu merasa was – was ketika pagi maupun siang hari banyak pelajar lewat depan rumahnya yang membawa sepeda motor dengan kencang tanpa memperdulikan orang lain.

” Saya mempunyai anak kecil yang lagi senang bermain sama teman sebayanya, ketika mereka bermain saya takut anak saya ditabrak karena banyak anak sekolah yang lalu lalang membawa motor,” terangnya. (CN-02)

Topic:

Just For You

Tempat Penitipan Motor Pelajar di Sekitar Lingkungan Sekolah Bakal di Razia

Cidahu.com – Berbagai cara dilakukan Dedi Mulyadi sebagai Bupati Purwakarta untuk meminimalisir penggunaan kendaraan bermotor bagi pelajar saat ke sekolah, seperti dikeluarkannya Peraturan Bupati (Perbup), Surat Edaran, sanksi tidak naik kelas bagi pelajar dibawah umur menggunakan kendaraan bermotor dan dalam waktu dekat ini, Pemerintah Daerah (Pemkab) bersama elemen terkait akan merazia tempat – tempat penitipan motor disekitar sekolah yang digunakan pelajar untuk menitip motor yang mereka bawak. Hal ini dikatakan Bupati Purwakarta kepada awak media saat melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke SMKN 1 Purwakarta Senin (1/8/2016) kemarin.

“Tidak menutup kemungkinan dalam waktu dekat ini kita akan melakukan razia ketempat – tempat penitipan motor yang ada disekitar lingkungan sekolah,” ujar Dedi.

Dedi menjelaskan, razia yang akan dilakukan tentunya akan melibatkan pihak – pihak terkait seperti pihak kepolisian setempat, dinas instansi terkait serta perangkat desa setempat yang mengetahui persis daerahnya.

“Untuk melakukan ini kita tidak akan bekerja sendiri, tetap akan melibatkan aparat desa setempat seperti Lurah, Kades, RT/RW dan Babinkamtipmas,” jelasnya.

Pada saat razia ini dilaksanakan nanti masih ditemukan pelajar yang membawa sepeda motor dan menitip kendaraan tersebut disekitar sekolah, kita tidak akan segan – segan menjatuhkan sanksi.

“Jika masih ditemukan seperti ini, berarti terjadi pembiaran yang dilakukan oleh Kepala Sekolah serta perangkat desa setempat sudah barang tentu merekapun akan kita jatuhkan sanksi,” tegas Dedi. (CN-02)

Topic:

Just For You

Gunakan Kendaraan Bermotor Ke Sekolah, Pelajar Terancam Tidak Naik Kelas

Cidahu.com – Sepertinya Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi tidak mau kecolongan lagi terkait aturan dilarangnya bagi Pelajar yang masih dibawah umur untuk menggunakan kendaraan bermotor saat pergi Ke Sekolah, dimana belum lama ini Dedi Mulyadi menegaskan jika masih ada pelajar yang melanggar aturan tersebut terancam tidak naik kelas.

“Saya ingatkan kembali kepada semua pelajar dan orang tua yang terkesan sengaja membiarkan anaknya mengunakan kendaraan bermotor saat berangkat Ke Sekolah, jika ini masih terjadi jangan salahkan saya jika mendapatkan sanksi,” tegas Dedi.

Terkait tentang larangan pelajar menggunakan kendaraan bermotor tersebut sudah tertuang dalam Peraturan Bupati (Perbup) Purwakarta No 46 tahun 2014 tentang pencegahan dan penanggulangan tawuran dan penggunaan kendaraan bermotor bagi peserta didik di Kabupaten Purwakarta dan untuk menegaskan kembali serta mensosialisasikan Perbup tersebut, Senin (1/8/2016) Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengeluarkan Surat Edaran (SE) terkait larangan itu.

“Senin kemarin kita sudah mengirimkan Surat Edaran kepada seluruh Kepala SD, SMP, SMA, SMK dan para Pengawas serta Tenaga Kependidikan yang ada di Purwakarta perihal sanksi dan larangan mengendarai kendaraan bermotor bagi siswa di Kabupaten Purwakarta dimana,” ujarnya.

Apa yang dilakukan Bupati Purwakarta ini bukan tanpa alasan karena dalam sepekan ini di Purwakarta telah terjadi kecelakaan Lalu Lintas yang melibatkan pelajar dan mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang.

Dedi Juga mengatakan, untuk ke sekolah pelajar tidak mesti mengunakan kendaraan bermotor sendiri, bisa juga diantar oleh orang tuanya, bisa menggunakan sepeda dan bisa juga mengunakan kendaraan umum.

Pria yang lebih akrab di sapa Kang Dedi ini juga menjelaskan banyak dampak negatif nya jika seorang pelajar menggunakan kendaraan bermotor saat ke sekolah karena memiliki kesempatan mobilitas yang cepat, seperti kecelakaan Lalu lintas, bolos sekolah, seperti saat ini pelajar menjadi malas membantu orang tuanya yang bekerja sebagai petani untuk membantu turun kesawah dimana mereka lebih memilih jalan – jalan menggunakan motor serta dampak negatif lainnya.

“Saya menghimbau kepada semua orang tua untuk melarang anaknya menggunakan motor sendiri saat sekolah dan saya juga meminta kepada perangkat Pemerintahan mulai dari Camat, Lurah, Kades serta RT/RW untuk memberikan sosialisasi di daerahnya masing – masing terkait aturan ini,” pinta Bupati. (CN-02)

Topic:

Just For You

Pelantikan Pengurus Golkar Karawang di Rumah Kediaman Pengidap Kanker

Cidahu.com – Ada hal yang sangat menarik pada pelantikan Pengurus Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Karawang, biasanya kebanyakan acara seperti ini dilaksanakan di gedung – gedung atau hotel namun acara pelantikan kemarin Senin (1/8/2016) dilaksanakan di halaman kediaman warga pengidap kanker ovarium, Ny Enih (36) di Kampung Ciselang Desa Cikampek Utara Kecamatan Kota Baru Kabupaten Karawang untuk lokasi pelantikan.

Kegiatan yang juga melibatkan ratusan warga setempat tersebut, sesuai keinginan Ketua DPD Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Penyerahan SK Ketua dan Pengurus Golkar Karawang diserahkan Ketua DPD Golkar Jabar Dedi Mulyadi di dalam kediaman Ny Enih, yang disebut-sebut warga kurang mampu di desa itu kepada Ketua DPD Golkar Karawang, Sri Rahayu Agustina.

Dalam sambutannya Dedi menyampaikan bahwa kader Golkar harus dekat dengan masyarakat dan sering menyerap aspirasi masyarakat kemudian membantunya dengan ikhlas.

Menurut pria yang juga Bupati Purwakarta ini, tugas pokok pengurus maupun kader Golkar yaitu memberi perhatian lebih kepada orang kecil. Karena tanpa masyarakat bawah Golkar bukan apa-apa.

“Jangan butuhnya saja kita datang atau dekat dengan masyarakat. Kita harus sering-sering turun ke masyarakat,” ujar Dedi.

Dedi pun menjelaskan soal pengobatan Ny Enih. Kata dia, Ny Enih akan segera diberangkatkan ke RS Hasan Sadikin Bandung untuk segera dioperasi.

Dedi juga menjelaskan, pelantikan pengurus partai di tengah permukiman padat penduduk itu agar bisa membantu biaya pengobatan Enih.

“Sehingga biaya pelantikan yang biasanya dilakukan di gedung, bisa dialihkan untuk bantu pengobatan warga sini yang terkena kanker. Kan daripada keluarkan biaya besar untuk sewa gedung atau hotel, lebih baik seperti ini,” ujar Dedi.

Sementara itu Wa Emah (48), salah satu kerabat Enih penderita kanker ovarium mengatakan Enih yang hingga saat ini belum menikah mengalami kanker ovarium setahun yang lalu. Semula, terdapat benjolan di perut. “Tapi setahun kemudian perutnya membesar hingga seperti orang hamil besar,” ujar Wa Emah kakak ipar Enih.

Wa Emah menambahkan Enih bisa dilayani menggunakan layanan BPJS Kesehatan dengan dirujuk ke RSHS Bandung. Namun, kata dia, itu membutuhkan waktu lama. Enih sendiri tinggal di rumah permanen sederhana yang terdiri dari tiga kamar, bersama lima orang saudaranya. (CN-02)

Topic:

Just For You