PTM Trisula Sabet Juara Tenis Meja Beregu se-Kabupaten Purwakarta

Cidahu.com – Kabar gembira ditorehkan PTM Trisula sebuah klub tenis meja dari pelosok desa terpencil, tepatnya di Desa Cidahu Kecamatan Pasawahan Purwakarta yang sukses menjuarai Divisi III Turnamen Tenis Meja Beregu se-Kabupaten Purwakarta.

“Puji syukur terutama kepada Allah SWT, serta kepada rekan-rekan semua penggemar tenis meja, atas dukungannya, mudah2an perjalanan kedepan bisa lebih baik, amiiin, bravo trisula,” ujar Agus Santoso selaku ketua PTM Trisula pada komentar akun sosmednya.

Tim yang diperkuat oleh Agus Santoso, Momon Rojali, Dedi Sopriadi dan Yogi Sonjaya berhasil membalas kekalahannya atas Tim Pasawahan I yang diperkuat oleh Uci, Deden, Tedi dan Gingin pada partai Final Tenis Meja Beregu se-Kabupaten Purwakarta, Minggu (31/7/16) di PTM Ciganea, Mekargalih Purwakarta.

PTM Trisula yang sebelumnya menjadi runner-up grup kalah dengan Tim Pasawahan I berhasil membalasnya pada final dengan skor sama 2-0. Namun ada yang berbeda pada partai final, yang sebelumnya Double PTM Trisula diperkuat oleh Agus Santoso dan Momon Rojali kini dirubah oleh Momon Rojali dan Yogi Sonjaya. Single Trisula yang sebelumnya diperkuat oleh Momon Rojali diganti oleh Dedi Sopriadi.

Dari perubahan strategi itu, tim Double PTM Trisula berhasil membalas kekalahan sebelumnya dengan skor ketat 3-2 atas Double Tim Pasawahan I yang dipekuat oleh Tedi dan Deden. Sedangkan Single Trisula Dedi Sopriadi sukses mengalahkan Uci dengan skor 3-1. Dengan kekalahan itu, Pasawahan I harus mengakui kemenangan PTM Trisula yang sukses keluar sebagai juaranya.

Atas kemenangan itu PTM Trisula sangat berbangga karena sebuah klub tenis meja dari pelosok desa yang terpencil itu bisa mengalahkan tim-tim tenis meja asal kota. PTM yang mengikuti turnamen itu antara lain, PTM Sekawande, PTM Simpati, PTM Bukit Berbunga (BB), PTM Ciganea A dan B, Tim Pasawahan I, II dan III, PTM Jatapa dan PTM Trisula.

“Dari lembur nyingkur, PTM Trisula Desa Cidahu untuk Purwakarta Istimewa,” ujar Indra yang mengapresiasikan kebanggaannya atas kemenangan PTM Trisula. (ONE)

Topic:

Just For You

‎Bupati Akan Buat Situs “Sang Pelanggar”

Cidahu.com – Untuk memberikan hukuman tahap awal kepada pelajar yang menggunakan kendaraan bermotor, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi akan membuat situs Sang Pelanggar, hal ini dikatakannya saat bertemu Kapolres Purwakarta AKBP Trunoyudo Wisnu Andiko membahas permasalahan masih banyaknya pelajar yang menggunakan sepeda motor.

“Saya akan membuat situs Sang Pelanggar, baik di FB, twiter, path dan media sosial lainnya,” ujar Dedi.

Dedi menjelaskan, dalam situs Sang Pelanggar itu nanti, akan di posting pelajar yang mengunakan sepeda motor dan tidak hanya pelajar, setiap pelanggaran lalu lintas yang dilakukan akan di posting di situs tersebut.

“Ini kita lakukan untuk memberikan sanksi sosial kepada mereka yang melanggar peraturan lalu lintas dan masyarakat umum pun bisa memposting ke situs Sang Pelanggar jika melihat adanya pelanggaran lalu lintas,” terang Dedi.

Disisi lain Kapolres Purwakarta AKBP Trunoyudo Wisnu Andiko mengaku mendukung apa yang dilakukan Pemkab Purwakarta untuk menekan angka penggunaan kendaraan bermotor bagi pelajar serta pelanggaran lalu lintas lainnya dan pihaknya akan melakukan sosialisasi baik melalui Polsek dan Babinkamtipmas yang ada di desa – desa dan kelurahan.

“Untuk melakukan tindakan kepada pelanggaran lalu lintas, dimana penindakan tersebut dibatasi secara aturan yang hanya bisa dilakukan oleh Polisi Lalu Lintas namun kita akan lakukan sosialisasi hingga ke desa desa,” terangnya

Kapolres juga menambahkan, pihaknya bersama Pemkab Purwakarta akan membuat format tentang sanksi teguran yang terkoneksi dengan pihak Dinas Pendidikan Purwakarta terkait dengan adanya kecelakaan lalu lintas dan pelanggaran yang dilakukan oleh pelajar.

“Jadi nanti ada format khusus bagi pelajar yang mengalami kecelakaan lalu lintas maupun pelanggaran yang dilakukan dimana format tersebut terkoneksi dengan Pemkab Purwakarta,” jelasnya. (CN-02)

Topic:

Just For You

Orang Tua FGR Minta Kepada Bupati Anaknya Tetap Bisa Sekolah

Cidahu.com – Alex Hudarsyah orang tua FGR (16) pelajar yang menabrak seorang pelajar kelas 1 Sekolah Dasar bernama VA (6) dan empat pelajar lainnnya mengalami luka – luka pada jumat (29/7) lalu, meminta kepada Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi agar anaknya tetap bisa sekolah di SMKN 1 Purwakarta. Hal ini dikatakan Alex saat bertemu Bupati di SMKN 1 Purwakarta kemarin Senin (1/8).

” Saya sebagai orang tua mengaku salah pak Dedi karena membiarkan anak saya menggunakan sepeda motor hingga peristiwa naas itu terjadi dan saya berharap anak saya bisa terus melanjutkan pendidikan di sekolah ini,” pinta Alex kepada Bupati Purwakarta yang akrab disapa Kang Dedi.

Alek juga mengatakan kepada Bupati, anaknya tergolong siswa yang pintar, seperti sering mendapatkan peringkat di sekolah, tidak nakal dan aktif dalam Osis serta kegiatan di sekolah.

” Diawal anak saya berangkat ke sekolah selalu menggunakan sepeda, baru belakangan ini menggunakan sepeda motor karena jarak rumah ke sekolah cukup jauh,” terang Alex.

Alex juga menambahkan, motor yang anaknya gunakan untuk ke sekolah dia beli bukan untuk anaknya melainkan untuk dirinya berangkat kerja dan Alex juga mengaku setuju dengan aturan yang Bupati keluarkan terkait dengan larangan pelajar menggunakan sepeda motor.

Sementara itu, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menjelaskan, Dirinya sudah perintahkan pihak sekolah untuk mengeluarkan FGR (16) dari sekolah dan ini tidak bisa ditawar lagi.

” Untuk FGR (16) sudah jelas dikeluarkan dari sekolahnya karena sudah tidak menghiraukan aturan yang sudah saya buat dan karena pelanggaran tersebut mengakibatkan hilangnya 1 nyawa pelajar SD dan empat pelajar luka – luka”, jelasnya.

Namun Dedi berjanji kepada orang tua FGR (16), bahwa pendidikan FGR akan terus dilanjutkan tetapi tidak di sekolah ini karena itu sudah menjadi hak nya mendapatkan pendidikan.

” Saya akan tetap membantu agar FGR (16) tetap bisa melanjutkan pendidikannya demi masa depan yang lebih baik dan itu nanti akan saya bahas kembali bersama orang tuanya, yang jelas saat ini FGR harus berurusan dengan hukum terlebih dahulu akibat perbuatannya itu” ujar Dedi. (CN-02)

Topic:

Just For You

Formata Kumpulkan Bakal Calon Bupati

Cidahu.com – Dalam agenda halal bihalal, selain silaturahmi dan konsolidasi organisasi. Forum Masyarakat Purwakarta (Formata) juga membahas kriteria-kriteria calon Bupati Purwakarta.

“Dalam halal bihalal ini, kita undang para tokoh yang digadang-gadang bakal maju dalam Pilkada Purwakarta 2018, mempererat silaturahmi antar tokoh, tentunya untuk Purwakarta lebih baik lagi,” ujar Ketua Umum Formata drg. Dedy Achdiat KN kepada Cidahu News, Sabtu (30/7/2016).

Acara yang digelar di Kediaman R. Kusmana Muchtar di Jalan Ahmad Yani, Cipaisan itu hadir para inohong Purwakarta yang direncanakan bakal maju dalam suksesi Pilkada Purwakarta 2018 mendatang, diantaranya; Rustandie, Dedi Efendy, Endang Koswara, Nina Heltina dan menjelang sore hadir pula, Zainal Arifin, yang digadang-gadang bakal maju lewat jalur independen. Selain itu, Mantan Wakil Bupati Purwakarta, Dudung B Supardi juga terlihat hadir.

Sementara itu, Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Purwakarta, Nina Heltina, apresiasi dengan keberadaan Formata. Ia berharap wadah tersebut bisa independen dan objektif melihat permasalahan Purwakarta secara umum.

“Purwakarta membutuhkan organisasi-organisasi swadaya masyarakat yang diisi oleh figur-figur yang kredible, untuk membawa organisasi berjalan secara independen dan objektif melihat permasalahan yang ada,” ujarnya.

Menurutnya, dengan digelarnya pertemuan para tokoh (inohong) tersebut yang tentunya dengan niatan kebaikan Purwakarta kedepan, diharapkan melahirkan berbagai gagasan untuk perkembangan Purwakarta secara umum dan objektif serta berkelanjutan. “Selama ini, berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan umum kami menganggap tidak ada perubahan yang signifikan,” ujarnya.

Mudah-mudahan, lanjut Teh Nina, tujuan dari perkumpulan tersebut adalah benar-benar untuk menyikapi Purwakarta kedepan secara umum bisa tercapai. “Bukan hanya dikaitkan dengan suksesi kepemimpinan yang akan datang, idealnya perkumpulan itu secara kelembagaan tidak terlibat langsung dalam politik praktis,” cetusnya.

Teh Nina juga mengingatkan, para tokoh dalam Formata tentunya telah berpengalaman sehingga bisa berkaca dari sebelumnya dimana suatu perkumpulan pada akhirnya bubar karena kepentingan politik semata. “Kecuali kalo dibentuk memang hanya untuk menghadapi Pilkada saja,” cetusnya.

Menutup, dia mengatakan, bila forum tersebut dibentuk dengan tujuan Purwakarta kedepan secara umum, wadah tersebut harus diisi oleh tokoh-tokoh dari berbagai elemen.

“Tentunya juga dengan selalu memberikan kritik yang konstruktif terhadap kebijakan pemerintah daerah yang dianggap tidak tepat, atau bertentangan dengan aturan yang berlaku. Sikap kritis itu bukan hanya untuk pemerintahan yang akan datang, tapi juga pada pemerintahan saat ini,” pungkasnya. (CN-01)

Topic:

Just For You

Tekan Penggunaan Kendaraan Bermotor Oleh Anak Dibawah Umur

Cidahu.com – Sepertinya kejadian Laka lantas yang menewaskan seorang pelajar kelas 1 Sekolah Dasar bernama Vivilia Apidah (6) karena tertabrak oleh sepeda motor jenis Yamaha R15 yang dikendarai oleh FGR (16) pelajar di salah satu SMK Negeri di Kabupaten Purwakarta Jum’at (29/7) mendapat perhatian serius Dedi Mulyadi sebagai Bupati Purwakarta.

Selain memecat langsung pelajar tersebut dari sekolahnya
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta bekerja sama dengan Polres setempat akan menggelar razia bersama untuk menekan penggunaan kendaraan bermotor oleh anak dibawah umur. Hal ini ditegaskan oleh Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi yang hadir bersama Kapolres Purwakarta AKBP Trunoyudo Wisnu Andiko disela acara Festival Sunda – Cirebonan Sabtu (30/07/16) di seputaran kawasan Jalan Jenderal Sudirman Purwakarta.

Bupati yang akrab disapa Kang Dedi tersebut mengatakan pihaknya sudah meminta kepada jajaran Ketua RT/RW di seluruh wilayah Purwakarta untuk merazia rumah-rumah di sekitar sekolah yang kerap kali dijadikan tempat penitipan kendaraan bermotor milik siswa. Menurut Dedi, jika kedapatan ada kendaraan bermotor, pihaknya tidak akan segan untuk menarik kendaraan tersebut dan memberikan sanksi tegas kepada pemilik penitipan.

“Seluruh stakeholder RT/RW dan aparat desa harus tegas. Mereka harus menyisir rumah warga yang dijadikan tempat penitipan kendaraan bermotor. Kendaraannya bisa kami rampas dan subsidi untuk warga pemilik penitipan akan kami cabut. Jadi tidak bisa lagi berobat gratis dan menikmati fasilitas pemerintah kabupaten yang lain,” tegasnya

Hal senada diungkapkan oleh Kapolres Purwakarta AKBP Trunoyudo Wisnu Andiko. Ia mengatakan pihak kepolisian akan menggelar sosialisasi aktif kepada orang tua yang membiarkan anaknya membawa kendaraan bermotor. Pihaknya pun tidak akan segan mengambil tindakan jika sosialisasi persuasif tidak diindahkan.

“Kita akan mulai ke sekolah-sekolah, mengumpulkan para orang tua dan berbicara kepada mereka dari hati ke hati. Ini penting untuk keselamatan anak-anak mereka juga. Kalau terus bandel. Kami tempuh tindakan tegas,” ujar Truno. (CN-02)

Topic:

Just For You

Festival Tatar Sunda – Cirebonan Hibur Masyarakat Purwakarta

Cidaun.com – Sepertinya Festival Tatar Sunda – Cirebon yang digelar Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta cukup banyak menarik perhatian masyarakat Purwakarya, pasal malam tadi, Sabtu (30/7/2016) ribuan masyarakat tumpah ruah di sepanjang jalan KK Singawinata hingga jalan Sudirman atau yang lebih dikenal masyarakat dengan nama Jalan Tengah. Ada Sembilan panggung yang berdiri disepanjang jalan tersebut yang menampilkan masing – masing kesenian daerah.

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi secara langsung membuka acara ini, menurutnya Festival Tatar Sunda Cirebonan merupakan festival tahunan yang bertujuan melestarikan khazanah kebudayaan Sunda – Cirebon dan meskipun jenis kesenian yang ditampilkan berbeda, tetapi secara substansi memiliki banyak kesamaan dan rasa persaudaraan.

“Ini merupakan agenda tahunan kami setiap momentum Hari Jadi Purwakarta. Kita harus prihatin karena semakin sedikit masyarakat Sunda yang mau menggali khazanah kebudayaan,” tuturnya Sabtu malam.

Acara sendiri dimulai dari seni tari teatrikal dengan ciri khas bambu sebagai peralatan masyarakat Sunda.

Masyarakat yang hadir sangat terhibur dengan berbagai kesenian yang ditampilkan. Bois (37) Salah satu pengunjung yang merupakan warga Jakarta mengaku sangat senang bisa melihat kegiatan festival yang diselenggarakan Pemkab Purwakarta ini.

” Saya sangat terhibur dengan acara ini, dan memberikan apresiasi kepada Bupati Purwakarta karena sangat peduli dengan kesenian daerah,” ujarnya. (CN-02)

Topic:

Just For You