Headline

Soal Anggaran Provinsi, Purwakarta “Dianakterekeun”

Cidahu.com – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Purwakarta Sarif Hidayat, membenarkan anggapan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi yang menyebut daerahnya dianaktirikan dari segi anggaran oleh Pemprov Jabar.

“Memang benar, faktanya begitu. Selama lima tahun terakhir anggaran dari Pemprov Jabar memang selalu kecil,” ujar Sarif di Gedung DPRD Purwakarta, Kamis (1/9/2016).

Ia tidak mengetahui sebab kenapa kucuran dananya selalu kecil. Meskipun, ia mendengar ada alasan politis kenapa Purwakarta selalu kebagian dana kecil dari Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ahmad Heryawan. “Yang ramai diperbincangkan karena ada alasan politis. Tapi kan kita tidak bisa jadikan itu alasan tepat kenapa anggaran Pemprov Jabar ke Purwakarta selalu kecil, lagian ini urusan pemerintahan,” ujar dia.

Namun, DPRD Purwakarta mengapresiasi langkah yang dilakukan bupati yang telah membangun banyak hal di Purwakarta selama delapan tahun memimpin.

“Justru dari kacamata anggaran pak bupati ini korbankan segala sesuatunya utk pembangunan. Jadi, kalau istilah Sunda, maksakkeun kajeun ngorondang (Memaksakan meski merangkak). Pada akhirnya, berbagai cara dan kerjasama dengan masyarakat, akhirnya terealisasi,” ujar Sarif.

Contoh kecil, kata Sarif, saat ini pemerintah membangun jalan tembus hutan membelah gunung menghubungkan Kecamatan Sukasari dan Maniis, sekaligus menghubungkan lintas kabupaten.

“Itu kan sebetulnya luar biasa. Anggarannya dari APBD Purwakarta, medan jalan pembangunanannya gunung. Harusnya dapat penghargaan dari presiden,” ujar Sarif.

Meski mengapresiasi, DPRD memberikan catatan penting bagi keuangan pemerintah. “APBD kita selama lima tahun terakhir belum tembus Rp 2.5 triliun. Harapan kami, ke depan pemerintah bisa menekan kembali pendapatan sehingga APBD Purwakarta bisa lebih besar,” ujarnya.

Sebelumnya, dalam sebuah kesempatan, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menyebut daerahnya seperti dianak tirikan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar (Jabar) dalam urusan anggaran.

Indikatornya, Dedi merinci, hampir lebih dari lima tahun terakhir, kucuran dana dari APBD Provinsi Jabar ke Pemkab Purwakarta tidak pernah lebih dari Rp 100 miliar.

“Tapi kami bisa bangun infrastruktur jalan hingga pelosok, jalan Lingkar Barat Purwakarta yang menghubungkan Cianjur, Karawang dan Bogor, termasuk memberi akses jalan pada warga Purwakarta yang terisolir dampak pembangunan Bendungan Ir H Juanda,” ujar Dedi di Jalan Gandanegara.

Ia menyebut, kucuran dana dari Pemprov Jabar selama ini tidak pernah lebih dari Rp 60 miliar. Bahkan, pada 2009, ia mengaku pernah mendapatkan kucuran hampir nol rupiah.

“Meski kucuran dari Pemprov Jabar kecil, tapi kami sudah sanggup dengan rasio elektrifikasi hingga 100 persen. Silahkan anda cek, se-Jabar daerah mana yang rasio elektrifikasinya tinggi,” ujar dia.

Belum lagi, dengan APBD Purwakarta setiap tahun yang tidak pernah menyentuh angka Rp 2.5 triliun, ia mengklaim bisa membangun gedung pemerintahan hingga level desa dan kelurahan yang bagus.

“Itu silahkan anda cek ke Purwakarta. Lihat kantor-kantor pemerintahan, kecamatan, kelurahan, Puskesmas dan kantor desa seperti apa bagusnya. Itu semua kami biayai dari APBD Purwakarta murni, yang komposisinya ada dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga bantuan dari APBN,” ujar dia.

Meski begitu, setiap tahun ia mengakui kucuran dana dari Pemprov Jabar diterima. “Tapi kebanyakan kucuran dana yang sifatnya rutin. Kami sering usulkan tapi realisasinya memang tidak sesuai harapan,” ujar Dedi. (CN-01)

Comments

Portal berita online Purwakarta

Copyright © 2017 Cidahu News by Jabar Media Net(work)

To Top