Headline

Pelajar Pengguna Kendaraan Bermotor di Purwakarta Menurun

Cidahu.com – Apa yang dilakukan Dedi Mulyadi selaku Bupati Kabupaten Purwakarta terkait larangan penggunaan kendaraan bermotor yang diatur dalam Surat Edaran No. 024/1737/Disdikpora nampaknya mulai berjalan efektif. Terbukti kini para pelajar di Purwakarta mulai enggan membawa sendiri kendaraan untuk ke Sekolah maupun diluar jam sekolah. Buktinya, berdasarkan data

yang dihimpun oleh Satuan Lalu Lintas Polres Purwakarta, jumlah siswa pengguna kendaraan bermotor di Purwakarta kini sudah jauh menurun.

Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu petugas pada Satuan Lalu Lintas Polres Purwakarta Bripka Agus Purnama saat ditemui hari ini Kamis (8/9) di Purwakarta. Menurut Agus, dalam sehari biasanya dirinya mampu menjaring sekitar 25 orang pelajar pengendara kendaraan bermotor. Tetapi sejak Surat Edaran tersebut secara massif disosialisasikan oleh Pemerintah Kabupaten Purwakarta dalam hal ini Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, dalam satu minggu dirinya hanya mendapati 10 – 15 orang pelajar saja.

“Sekarang sudah terlihat penurunan pelajar menggunakan motor berkat Surat Edaran yang dikeluarkan oleh Pemkab Purwakarta tersebut,” ungkap Agus menjelaskan.

Sementara itu, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi saat ditemu di rumah dinasnya Jl Gandanegara No 25 Purwakarta mengatakan berdasarkan data yang dia peroleh dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga sudah sekitar seribu orang siswa terjaring razia oleh Satlantas Polres Purwakarta semenjak pemberlakuan Surat Edaran yang dia tandatangani. Jumlah ini dapat diketahui secara ‘real time’ karena data dari Polres Purwakarta sudah terintegrasi dengan Dinas terkait dalam hal ini Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga.

“Pelajar yang terkena tilang pihak kepolisian sudah mendapat teguran dari Pemerintah Daerah berupa SP I dan data setiap siswa yang ditilang bisa langsung diketahui pihak Disdikpora karena sudah terhubung secara online,” jelas Dedi.

Dedi juga menambahkan, bagi pelajar yang sudah 3 kali mendapatkan SP terkait larangan tersebut akan terancam tidak naik kelas.

Kendati demikian Dedi memberikan pengecualian kepada pelajar yang berada di daerah yang belum terakses kendaraan umum, Dedi mengatakan segera menyediakan angkutan pelajar bagi mereka. Angkutan pelajar ini siap digunakan oleh seluruh pelajar di daerah pelosok setelah pengerjaan infrastruktur jalan selesai.

“Kalau di daerahnya sudah terakses angkutan umum harusnya pakai angkutan umum. Tetapi kalau misalnya belum ada angkutan umum, kami siapkan kendaraannya setelah infrastruktur jalan memadai,” pungkas Dedi. (CN-02)

Comments

Portal berita online Purwakarta

Copyright © 2017 Cidahu News by Jabar Media Net(work)

To Top