Pengelolaan Tidak Tertib, Parkir Perparah Kemacetan

Cidahu.com – Masyarakat pengguna jalan geram atas kesemrawutan penataan parkir di bahu jalan. Hal itu dianggap memperparah kemacetan yang sering terjadi pada jam-jam sibuk.

Pantaun Cidahu News, mulai dari Jalan Veteran, Jalan Sudirman (Pasar Jumaah) dan Jalan Kapten Halim (Pasar Rebo) kemacetan pada jam-jam sibuk; pagi, tengah hari dan menjelang sore masih sering terjadi. Hal itu diperparah dengan kondisi pengelolaan parkir yang tidak tertib dan terkesan seenaknya.

“Salah satu pemicunya, bahu jalan kini habis dipakai parkiran motor dan mobil,” gerutu Budi Rahmat (45), warga Kelurahan Nagri Kidul.

Menurutnya, kesemrawutan akibat ruas jalan yang habis “dimakan” parkir itu, terjadi setiap hari dan sudah menahun. Ia curiga, ada pembiaran dari para pihak terkait. “Ini mah seperti disengaja,” gerutu Budi.

Diungkapkan, indikasi kesengajaan dibikin semrawut lantaran parkir motor yang tadinya cuma dua jajar, kini hampir memakan setengah ruas jalan.

Sementara Omar (40) satu pedagang Pasar Rebo, membenarkan realitas tersebut. Bahkan, kata dia, kondisi depan Pasar Rebo kian dibikin semrawut. “Ini pasar lho, bukan tempat parkiran,” sindir dia.

Ia juga mengaku sudah greget atas pemandangan lalu lintas yang semrawut depan Pasar Rebo. “Enggak salah kalau disebut pembiaran. Pembiaran itu diciptakan agar tak nyaman,” kata Omar.

Dihubungi terpisah, Kasat Lantas Polres Purwakarta, AKP Arman Sahti mengatakan, untuk mengatasi permasalahan penataan parkir, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak Dishub.

“Kita akan koordinasikan penataan kembali parkir dengan pihak Dishub, karena rambu jalan yang ada adalah parkir pararel, sedangkan yang terjadi hari ini, masih banyak parkir yang tidak tertib, sehingga mengganggu arus lalu lintas,” kata Kasat, Rabu (7/9/2016).

Arman juga mengungkapkan, untuk penataan perparkiran dan lalulintas di Jalan Kapten Halim. Diperlukan campur tangan dari pemerintah daerah setempat.

Hingga berita ini ditulis, Cidahu News belum bisa mengkonfirmasi pihak Dishubparpostel Purwakarta. (CN-01)

Topic:

Just For You

Daerah Tonggoh jadi Sentra Perkebunan Buah Naga

Cidahu.com – Kawasan Wanayasa, Darangdan dan Bojong (daerah Tonggoh) kini jadi sentra perkebunan buah naga. Selama ini, kedua daerah itu jadi sentra perkebunan buah manggis.

Di tiga wilayah itu, sedikitnya ada lima titik perkebunan buah naga dengan luasan paling sedikit 2 hektare di Kecamatan Bojong dan Wanayasa. Di Sabitha Farm misalnya, perkebunan buah naga seluas dua hektare ini baru setahun berdiri dan baru satu kali panen.

“Panen pertama kami menghasilkan 100 buah naga merah dan putih. Untuk tahun pertama kami belum jual, tapi didistribusikan ke warga sekitar,” ujar Miftah Faridzi di Sabitha Farm, Jalan Raya Bojong-Wanayasa, Rabu (7/9/2016).

Menurutnya, sejak tujuh tahun terakhir ketiga wilayah itu dipilih sejumlah warga untuk dijadikan perkebunan buah naga. Disamping potensial, sekaligus percobaan.

Selama ini, kata Miftah, buah naga didominasi impor dari Vietnam dan Thailand. Sekaligus Israel sebagai pemasok 42 persen buah naga di dunia.

“Kalau di Indonesia, penghasil buah naga terbesar mulai di beberapa daerah di Kalimantan. Di Jawa ada di Banyuwangi, Kediri hingga Yogyakarta. Kalau Jawa Barat, ada di Subang dan Purwakarta,” kata dia.

Buah naga panen sekali dalam setahun yakni di bulan November hingga April. Adapun proses panen dari November. Sehingga, selama setahun dari November ke November termasuk proses tumbuh dan panen buah naga.

“Di Desa Pangkalan Kecamatan Bojong ada perkebunan buah naga yang sudah berdiri sejak tujuh tahun lalu. Panennya pernah di angka 20 ton,” ujar dia.

Saat ini, Miftah menjelaskan, petani buah naga sudah siap memasuki masa panen di November. Di perkebunan di wilayah itu, sudah banyak pohon buah naga yang berbuah.

“Sudah. Ada buah naga yang tumbuh di beberapa perkebunan. Jika tidak ada hambatan, November sudah memasuki masa panen,” kata Miftah. (CN-01)

Topic:

Just For You

Golkar Bantah Sudah Tetapkan Calon Bupati

Cidahu.com – Disejumlah media massa maupun media sosial, bursa Pilkada Purwakarta makin menghangat, sejumlah nama bakal calon kepala daerah bermunculan. Bahkan beberapa nama sudah mengklaim dicalonkan oleh Partai Golkar.

Terkait hal itu, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Purwakarta, Sarif Hidayat membantah sudah menetapkan bakal calon untuk Pilkada Purwakarta 2018 mendatang.

“Belum ada penetapan, masih jauh. Ada mekanisme yang baku yang harus dijalankan berkenaan dengan pencalonan kepala daerah,” ujarnya, kepada Cidahu News, Selasa (6/9/2016).

Menurutnya, berkaitan dengan pencalonan kepala daerah, secara teknis ada dua mekanisme yang harus dijalankan, secara internal dan eksternal.

“Di intenal ada mekanisme, rekomendasi-rekomendasi mulai dari kepengurusan tingkat kecamatan, kabupaten dan provinsi. Lalu secara eksternal mekanisme hasil survei juga nanti menjadi acuan partai untuk menetapkan calon. Selanjutnya, rekomendasi dari DPP juga ikut menentukan,” beber Sarif.

Sarif menambahkan, dalam konteks Pilkada Purwakarta 2018, Partai Golkar akan membuka ruang selebar-lebarnya untuk semua tokoh masyarakat dari berbagai latar belakang yang berkeinginan untuk maju dalam pencalonan Bupati atau Wakil Bupati Purwakarta.

“Golkar membuka ruang untuk masyarakat Purwakarta yang ingin berperan dalam pemerintahan. Intina mah, Golkar terbuka keur saha wae nu rek nyalonkeun bupati, asal mengikuti mekanisme nu geus baku,” pungkasnya. (CN-01)

Topic:

Just For You

KPD Purwakarta Dorong Komisi II Percepat Pembentukan Raperda BUMDes

Cidahu.com – Komunitas Peggiat Desa (KPD) Kabupaten Purwakarta melakukan audiensi dengan Komisi II DPRD Purwakarta perihal Raperda BUMDes di ruang komisi.

Audiensi dihadiri oleh anggota Komisi II DPRD Purwakarta, Asep Milah. Dia mengatakan saat ini Komisi II masih membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Audiensi KPD dengan Komisi II menjadi masukan penting payung hukum BUMDes dapat mengakomodir seluruh kepentingan masyarakat desa.

“Jangan sampai Perda ini hanya menuhan lemari. Membuat Raperda gampang cuman masalahnya esensinya apa?, kita harap KPD dan pegiat desa lain memberi masukan positif,” jelas Asep Milah, Selasa (6/9/2016).

Ketua KPD Purwakarta, Deden Yasin mendorong agar Komisi II dapat menyelesaikan produk hukum Raperda BUMDes yang merupakan perubahan dari Perda Nomor 6 tahun 2008 tengang BUMDes. Produk hukum ini sangat penting untuk mendorong desa mandiri melalui BUMDes, sekaligus membendungi persoalan ekonomi di desa.

“BUMDes dapat mengantisipasi inflasi, melalui BUMDes alur proses ekonomi lebih panjang dan bertahap-tahap sehingga perputaran uang terjadi di desa,” tuturnya.

Melalui BUMDes ini masyarakat desa diajak lebih mandiri dengan memiliki badan usaha desa dengan payung hukum Perda BUMDes. Raperda BUMDes membuka kesempatan desa membangun ekonominya.

“Dengan BUMDes ini masyarakat ikut terlibat dalam proses perencanaan, hingga pelaksanaannya. Filosofinya desa membangun,” tuturnya.

Menurut Asep Milah melalui audiensi ini KPD dapat membuat conter draft dari Raperda BUMDes sebagai bahan pertimbangan Komisi II melengkapi dokumen Raperda.

“Silahkan dari KPD mencatatkan poin-poin yang sekiranya kurang, sehingga Raperda ini lebih komplit dan kaya masukan,” jelasnya.

Raperda BUMDes merupakan usulan Komisi II DPRD Purwakarta tahun 2016. Selain Raperda BUMDes, Komisi II tahun ini mengusulkan Raperda penghapusan aset, dan Raperda Retribusi Pengendalian Menara Telekomunikasi. (CN-01).

Topic:

Just For You

Boa Edan! 1 Perumahan 5 Motor Raib

Cidahu.com – Edan! dalam 1 komplek perumahan, sedikitnya 5 unit motor berhasil dibawa maling. Ini diduga dipicu kurangnya fasum dan fasos di komplek tersebut.

Kasus kehilangan tersebut terjadi dalam kurun waktu 2011-2016. Paling anyar terjadi Senin (05/09/2016) dini hari. Motor Honda Beat, Nopol T 3358 CP milik warga di komplek Perum Graha Mutiara Blok Cisalada Kecamatan Jatiluhur raib dimaling.

Diperoleh keterangan, motor yang baru keluar dealer Januari 2016 ini diketahui raib saat pemiliknya, Ny Mutia Murni membuka pintu pada Senin pagi sekira pukul 05.30 WIB. Kaget bukan kepalang, saat mendapati pintu garasi rumah sudah terbuka dan motor matic yang diparkir tidak ada di lokasi.

“Saya kaget, kok garasi terbuka. Terus liat motor, juga tidak ada. Dalam hati, wah ini pasti dimaling,” ujar Mutia.

Namun herannya, ia ingat betul, semalam garasi rumah digembok. Begitu juga motor. Bukan hanya dikunci stang, tapi juga digembok di bagian piringan ban atau cakram. Posisi motor juga tidak terlalu nampak dari luar. Dipikirnya sudah safety.

“Dan pas dicek oleh suami, ternyata bukan motornya saja yang hilang. Tapi juga gemboknya. Dan yang bikin heran lagi, tak ada jejak maupun bekas sama sekali, clear,” beber Mutia.

Atas kejadian tersebut korban telah melapor ke pihak Polsek Jatiluhur. Kerugian atas kasus tersebut ditaksir mencapai Rp 13 juta rupiah. Selain, motor, di garasi rumah istri seorang wartawan tersebut juga terpakir satu unit mobil.

“Saya berharap, polisi segera meringkus

pelakunya,” tandas ibu dua orang anak ini.

Kapolsek Jatiluhur, Kompol Esa melalui salah seorang penyidiknya, Herman, membenarkan adanya kasus ranmor di Komplek Graha Mutiara, Cisalada Jatiluhur. Ditegaskan, saat ini kasusnya dalam penanganan pihak kepolisian. “Ya, ada laporan. Sedang ditangani,” ucapnya. (CN-01)

Topic:

Just For You

Saan Panaskan Mesin Nasdem

Cidahu.com – Hadapi pilkada serentak 2017 dan 2018 Ketua DPW Partai Nasdem Jawa Barat, Saan Mustofa lakukan

pemanasan mesin partai melalui konsolidasi internal.

“Jelang Pilkada serentak mendatang kita mulai konsolidasikan mesin partai, puncaknya menghadapi Pileg 2019, outputnya Partai Nasdem Jawa Barat harus menang,” ujar Saan Mustofa, kepada sejumlah awak media, Kamis (4/9/2016).

Menurutnya, dalam menghadapi pilkada Partai Nasdem punya banyak stok kader untuk maju dan dicalonkan. “Kita punya banyak stok kader untuk dicalonkan dalam Pilkada,” imbuhnya.

Sementara, untuk Pileg 2019 mendatang, Kang Saan menargetkan penambahan kursi legislatif di DPRD Provinsi Jabar.

“Hari ini kita baru punya 5 kursi, kita targetkan 17 kursi DPRD Provinsi untuk 2019, minimal satu dapil satu, dan ada sejumlah dapil yang kita prioritaskan untuk bisa lebih dari satu kursi,” ujarnya. (CN-01)

Topic:

Just For You

“Babad Jukut” Purnawarman, PDIP Sindir Disdikpora

Cidahu.com – Puluhan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Purwakarta menggelar aksi menyindir Dinas Pendidikan, pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Purwakarta. Aksi mereka berupa memotongi rumput-rumput liar yang tumbuh di Stadion Purnawarman, Purwakarta, Minggu (4/9/2016).

Pantauan Cidahu News, rumput-rumput setinggi betis jadi pemandangan di beberapa sudut stadion. Butuh waktu sekitar tiga jam untuk merapikan rumput di sejumlah titik, utamanya di pinggiran sebelah barat tribun.

Stadion sendiri saat ini sudah jarang digunakan untuk pertandingan-pertandingan resmi, setelah Liga Divisi Utama dihentikan tahun lalu. Padahal, tahun lalu, stadion ini sempat digunakan untuk kandang Persikad Purwakarta, yang belakangan tim itu kembali ke markas semula, Kota

Depok.

Kini, stadion itu rutin digunakan tim ASAD 313 Purwakarta untuk berlatih sekaligus menjamu lawan-lawannya dalam pertandingan persahabatan.

“Ini satu-satunya stadion milik Purwakarta dan kami ikut prihatin karena untuk pemotongan rumput-rumput liar sekalipun dibiarkan. Makanya kami rapikan,” ujar Ketua DPC PDIP Purwakarta, Acep Maman.

Ia mengenang, stadion itu sempat berjaya saat masih dihuni klub legendaris asal Purwakarta, yakni Persipo. Namun, klub tersebut kini ibarat mati segan hidup pun tak mau, karena terjerumus dalam Divisi III PSSI, sebelum PSSI dibekukan. Stadion ini juga sempat digunakan tim Pelita Jaya.

Pihaknya merasa prihatin melihat kondisi stadion yang dulu jadi kebanggaan warga Purwakarta. Selain rumput yang dibiarkan tumbuh, perawatan tribun, tempat duduk penonton juga sangat memprihatinkan.

“Tribun penonton dan kondisi lapangan benar-benar memerlukan perhatian yang serius dari para pihak terkait. Khususnya Disdikpora Purwakarta,” ujar dia.

Ia berharap Disdikpora fokus membenahi stadion tersebut. Apalagi, stadion itu dihuni oleh tim ASAD 313 yang sempat menjuarai Piala Danone Indonesia. “Kita punya tim bagus, ASAD 313. Juara Piala Danone Indonesia dan prestasinya sudah mendunia,” ujarnya.

Hingga berita ini ditulis, Cidahu News belum bisa mengkonfirmasi pihak Disdikporan. (CN-01).

Topic:

Just For You

Pererat Silaturahmi Dengan Perlombaan Sepak Bola

Cidahu.com – Guna mempererat silaturahmi antar warga, anggota DPRD Purwakarta dari Partai Kebangkitan Bangsa, Alaikassalam menggelar acara pertandingan Sepak Bola yang diberi tema “Gang Beringin Cup”. Ajang olah raga yang tiap tahun digelar ini memperebutkan hadiah jutaan rupiah berikut dengan hadiah-hadiah hiburan lainnya. Acara yang mulai dilaksanakan Minggu kemarin itu diikuti 12 klub sepak bola, dari wilayah setempat.

Alaikassalam mengatakan, kegiatan sepak bola Gang Beringi Cup tersebut merupakan agenda rutin yang dilakukan setiap tahun. Anggarannya dari kocek pribadi dan juga para donatur yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

“Tadinya sih mau namanya ‘Beringin Cup’ tapi ga enak sama partai sebelah, akhirnya namanya ditambahin menjadi ‘Gang Beringin Cup,” kata pria yang akrab di sapa alex ini.

Alex yang saat ini duduk di Komisi IV DPRD ini menerangkan, kegiatan Gang Beringin Cup juga merupakan rangkaian kegiatan peringatan HUT RI. Disamping untuk mencari bakat-bakat pemain sepak bola, juga sebagai ajang kebersamaan masyarakat di Gang Beringin.

“Ini merupakan hiburan murah meriah bagi masyarakat di wilayah Gang Beringin, dengan diadakannya kegiatan ini masyarakat bisa saling silaturrahmi dan lebih akrab lagi,” terangnya.

Pertandingan sepak bola ini dipusatkan dilapangan sepak bola gang beringin yang memperebutkan hadiah berupa Tropi bergilir dan piala tetap, serta ditambah uang pembinaan jutaan rupiah dan tidak hanya itu bagi penonton yang hadirpun berkempatan mendapatkan hadiah hiburan yang sudah disiapkan oleh panitia.

“Juara Utama mendapatkan uang pembinaan 2,5 juta, juara ke Dua 2 juta dan juara ke Tiga 1,5 juta. Serta ada hadiah hiburan untuk Top Soccer dan Pemain Terbaik masing-masing mendapatkan 500 ribu rupiah,” terang Alex yang merupakan Anggota Dewan termuda dari PKB ini. (CN-02)

Topic:

Just For You

Soal Anggaran Provinsi, Purwakarta “Dianakterekeun”

Cidahu.com – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Purwakarta Sarif Hidayat, membenarkan anggapan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi yang menyebut daerahnya dianaktirikan dari segi anggaran oleh Pemprov Jabar.

“Memang benar, faktanya begitu. Selama lima tahun terakhir anggaran dari Pemprov Jabar memang selalu kecil,” ujar Sarif di Gedung DPRD Purwakarta, Kamis (1/9/2016).

Ia tidak mengetahui sebab kenapa kucuran dananya selalu kecil. Meskipun, ia mendengar ada alasan politis kenapa Purwakarta selalu kebagian dana kecil dari Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ahmad Heryawan. “Yang ramai diperbincangkan karena ada alasan politis. Tapi kan kita tidak bisa jadikan itu alasan tepat kenapa anggaran Pemprov Jabar ke Purwakarta selalu kecil, lagian ini urusan pemerintahan,” ujar dia.

Namun, DPRD Purwakarta mengapresiasi langkah yang dilakukan bupati yang telah membangun banyak hal di Purwakarta selama delapan tahun memimpin.

“Justru dari kacamata anggaran pak bupati ini korbankan segala sesuatunya utk pembangunan. Jadi, kalau istilah Sunda, maksakkeun kajeun ngorondang (Memaksakan meski merangkak). Pada akhirnya, berbagai cara dan kerjasama dengan masyarakat, akhirnya terealisasi,” ujar Sarif.

Contoh kecil, kata Sarif, saat ini pemerintah membangun jalan tembus hutan membelah gunung menghubungkan Kecamatan Sukasari dan Maniis, sekaligus menghubungkan lintas kabupaten.

“Itu kan sebetulnya luar biasa. Anggarannya dari APBD Purwakarta, medan jalan pembangunanannya gunung. Harusnya dapat penghargaan dari presiden,” ujar Sarif.

Meski mengapresiasi, DPRD memberikan catatan penting bagi keuangan pemerintah. “APBD kita selama lima tahun terakhir belum tembus Rp 2.5 triliun. Harapan kami, ke depan pemerintah bisa menekan kembali pendapatan sehingga APBD Purwakarta bisa lebih besar,” ujarnya.

Sebelumnya, dalam sebuah kesempatan, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menyebut daerahnya seperti dianak tirikan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar (Jabar) dalam urusan anggaran.

Indikatornya, Dedi merinci, hampir lebih dari lima tahun terakhir, kucuran dana dari APBD Provinsi Jabar ke Pemkab Purwakarta tidak pernah lebih dari Rp 100 miliar.

“Tapi kami bisa bangun infrastruktur jalan hingga pelosok, jalan Lingkar Barat Purwakarta yang menghubungkan Cianjur, Karawang dan Bogor, termasuk memberi akses jalan pada warga Purwakarta yang terisolir dampak pembangunan Bendungan Ir H Juanda,” ujar Dedi di Jalan Gandanegara.

Ia menyebut, kucuran dana dari Pemprov Jabar selama ini tidak pernah lebih dari Rp 60 miliar. Bahkan, pada 2009, ia mengaku pernah mendapatkan kucuran hampir nol rupiah.

“Meski kucuran dari Pemprov Jabar kecil, tapi kami sudah sanggup dengan rasio elektrifikasi hingga 100 persen. Silahkan anda cek, se-Jabar daerah mana yang rasio elektrifikasinya tinggi,” ujar dia.

Belum lagi, dengan APBD Purwakarta setiap tahun yang tidak pernah menyentuh angka Rp 2.5 triliun, ia mengklaim bisa membangun gedung pemerintahan hingga level desa dan kelurahan yang bagus.

“Itu silahkan anda cek ke Purwakarta. Lihat kantor-kantor pemerintahan, kecamatan, kelurahan, Puskesmas dan kantor desa seperti apa bagusnya. Itu semua kami biayai dari APBD Purwakarta murni, yang komposisinya ada dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga bantuan dari APBN,” ujar dia.

Meski begitu, setiap tahun ia mengakui kucuran dana dari Pemprov Jabar diterima. “Tapi kebanyakan kucuran dana yang sifatnya rutin. Kami sering usulkan tapi realisasinya memang tidak sesuai harapan,” ujar Dedi. (CN-01)

Topic:

Just For You

FK-PKBM Minta Jangan Bedakan Ijazah Paket Dan Ijazah Formal

Cidahu.com – Adanya beberapa laporan dari masyarakat terkait adanya perbedaan antara masyarakat pemilik ijazah Paket dengan ijazah formal mendapat tanggapan dari Forum Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (FK-PKBM) Purwakarta.

Ketua FK-PKBM Purwakarta Denny Ramdhany meminta agar pemilik ijazah keseteraan baik A, B, dan C tidak dibedakan terutama ketika akan melamar ke perusahaan swasta maupun untuk melamar CPNS.
Denny juga menjelaskan, pemilik ijazah kesetaraan baik A, B, dan C acap kali menjadi permasalahan.

“Apalagi ketika mereka yang menggunakan ijazah tersebut duduk sebagai pejabat ada aja masalahnya dan saya menyayangkan prilaku diskriminatif seperti ini,” jelasnya.

Denny juga mengungkapkan, yang mengeluarkan ijazah paket atau kesetraan ialah pemerintah sama dengan ijazah formal. Jadi pengguna ijazah kesetaraan tidak boleh dibedakan.
Padahal menurutnya, tidak sedikit mereka yang mempunyai ijazah persamaan duduk di kursi legislatif. Tak menutup kemungkinan ada juga yang duduk sebagai pejabat pemerintah seperti kepala desa dan pejabat lainnya.

“Kami kembali tegaskan baik saat penerimaan CPNS maupun penerimaan karyawan di perusahaan swasta tidak boleh menolak pelamar dengan alasan menggunakan ijazah kesetaraan. Sebab ijazah mereka sama dengan ijazah formal sama-sama program pemerintah,” paparnya.

Deni juga mengatakan mekanisme perekrutan peserta ujian kesetaraan yang ikut program paket B maupun C merupakan siswa yang terdaftar di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat yang yang tersebar di setiap kecamatan di Purwakarta.

“Kita berupaya untuk memotifasi mereka agar bisa lulus dalam ujian, kita berharap mereka tidak kecil hati terutama yang gagal di formal sebab mereka juga tetap bisa masuk perguruan tinggi dengan ijazah paket,” katanya.

Untuk diketahui masyarakat yang sudah mengikuti program paket pada tahun ajaran 2015-2016, sudah mencapai angka 1760 warga belajar dari 17 kecamatan di Puwakarta, jumlah tersebut dihitung dari 3 program yaitu paket A,B dan C. (CN-02)

Topic:

Just For You