Headline

Wah…! Akan Diungkap Dipersidangan, Sychrul jadi Korban Sistem

Cidahu.com – Mantan Sekretaris DPRD Purwakarta, Maulana Syachrul Koswara dan EO Kegiatan Bimtek, Qodariah Arianto yang kini menjadi tersangka kasus bimtek fiktif DPRD Purwakarta dianggap jadi korban sistem.

“Betul, klien saya sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) pada Sekretaris DPRD Purwakarta, tapi adanya rencana kegiatan bimtek itu toh, tidak berdiri sendiri. Tentunya nanti juga akan diperjelas, siapa yang menginisiasi, siapa yang disposisi, siapa yang hanya jadi korban dan siapa saja yang menikmati anggaran tersebut. Nanti akan terungkap dalam fakta persidangan,” ujar Penasehat Hukum tersangka kasus Bimtek Fiktif DPRD Purwakarta, Drs. H. Entis Sutisna, SH, MM, kepada awak media melalui sambungan selulernya, Kamis (27/10/2016) lalu.

Selain itu, lanjut Entis Sutisna, kaitannya dengan Qodariah Arianto sebagai Even Organizer (EO) kegiatan DPRD Purwakarta. Kliennya tersebut juga sudah menyiapkan segala keperluan yang dibutuhkan dalam rencana kunjungan kerja para wakil rakyat itu. Pada kenyataannya tidak seorangpun anggota dewan yang hadir.

“Apalagi untuk EO-ny, saudara Qodariah, secara teknis sudah mempersiapkan semua keperluan untuk kunker dewan pada saat itu, mulai dari akomodasi, hotel, tempat dan pemateri untuk bimtek para anggota legislatif tersebut. Masalah para anggota dewan itu tidak datang, itukan diluar kewenangan klien saya sebagai EO,” ungkap Entis.

Malah, lanjut Entis, sebagai EO, Qodariah telah dirugikan karena tidak dibayar dengan semestinya. “Bahkan klien saya sudah membayar semua dengan bukti yang jelas, soal kerugian negara yang disangkakan, yang padahal bukan perbuatanya. Ini soal keadilan dan kepastian hukum yang harus diungkap dalam persidangan nanti,” ujarnya.

Penasehat Hukum, Syachrul dan Qodariah itu juga menghormati keputusan Kejaksaan yang tidak mengabulkan permohonan penangguhan penahanan dari para tersangka. Soal apakah akan ada tersangka lain dalam kasus ini, dia belum mau bicara lebih banyak.

“Sekarang, mari kita ikuti saja proses hukum yang sedang berjalan, jika pertanyaannya apakah akan ada tersangka lain dalam perkara ini, saya belum bisa menjawab hari ini, kita ikuti saja proses hukum dan persidangannya nanti,” tuturnya.

Disejumlah media massa sebelumnya diberitakan, Mantan Sekwan DPRD Purwakarta, Maulana Syachrul Koswara dijebloskan ke penjara, Rabu (26/10). Hal ini diketahui saat pria berusia 57 tahun yang baru pensiun ini digiring oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwakarta untuk dititipkan ke Lapas Kebon Waru, Bandung.

Selain Syachrul, Kejari juga mengamankan Qodariah Arianto sebagai EO kegiatan DPRD Purwakarta. Keduanya ditahan penegak hukum, dengan dugaan kasus korupsi anggaran Sekretariat DPRD Purwakarta dalam pelaksanaan bimtek fiktif ke Bogor Tahun 2015 lalu.

Pelaksanaan kegiatan bimbingan teknis fiktif yang seakan-akan dilakukan pertengahan 2015 lalu itu tercatat Wisma Kementerian Perhubungan, di Cisarua Bogor.

Untuk anggaran yang digunakan, pencairan anggaran sebesar Rp166 juta dari DPA SKPD sekretariat DPRD Purwakarta tahun 2015. Ini tidak sesuai peruntukannya hingga mengakibatkan kerugian negara sekitar Rp166 juta.

“Untuk diketahui, bahwa uang sebesar Rp166 juta yang disangkakan tersebut, sudah dikembalikan ke kas negara,” demikian Entis Sutisna. (CN-01)

Comments

Portal berita online Purwakarta

Copyright © 2017 Cidahu News by Jabar Media Net(work)

To Top