Jawa Barat

Otokritik Gerakan Mahasiswa Purwakarta

Pada dasarnya mahasiswa merupakan Agent of Change, Agent of Control, dan Iron Stock. Peran mahasiswa sangat di rindukan pada saat ini. Dalam diskusi ini yang bertema ” Otokritik gerakan mahasiswa purwakarta” yang di gagas oleh PENGURUS BESAR PERHIMPUNAN MAHASISWA PURWAKARTA (PB PERMATA). Dalam kutipan diskusi yang di adakan pada tangal 4 februari 2017, di gedung dakwah, kabupaten Purwakartan ini semoga membuka pintu mata dan hati para mahasiswa khususnya di daerah purwakarta.
Pasca revormasi saat ini, mahasiswa mengalami degradasi besar-besaran dari masa kemasa. Tak bisa dipungkiri gerakan mahasiswa adalah salah satu pilar dalam mengawal sekaligus menjaga perjalanan pemerintahan dan negara. Sejarah telah membuktikan gerakan mahasiswa memainkan peran penting bahkan yang utama dalam perubahan-perubahan besar di Indonesia. Budi Oetomo 1908 sebagai tonggak kebangkitan nasional yang disusul dengan Sumpah Pemuda 1928 sebagai momentum persatuan bangsa Indonesia telah mengabadikan besarnya peran pemuda dan mahasiswa dalam perjalanan bangsa. Kemudia dilanjutkan oleh gerakan mahasiswa di era kemerdekaan dan orde baru. Yang tak boleh dilupakan tentu saja gerakan mahasiswa yang secara heroik menumbangkan rezim otoriter orde baru sekaligus membuka jalan untuk era reformasi saat ini.
Disini kita akan membahas Gerakan mahasiswa di purwakarta. Kesadaran dalam tumbuh mahasiswa ini mulai beralih. Coba renungkan dan tanyakan pada diri kita sebagai mahasiswa, masih pantaskah disebut mahasiswa !!! Kita hanya diam, hanya memikirkan pribadi, hanya memikirkan bagaiaman mendapat pekerjaan dan di sibukan dengan tugas-tugas kuliah yang menghatuinya. Hedonis adalah stempel bagi mahasiswa yang tak peduli dengan keadaan. Persoalan-persoalan rakyat, pemerintahan, negara semua di abaikan.
Apakah masih mau diam sajakah dengan segudang persoalan. ?
Apakah masih pantas mendapat julukan mahasiswa ?

Ketika mahasiswa hari ini di pertanyakan keberadaannya oleh masyarakat.
Ketika hari ini mahasiswa di sibukan dengan segudang tugas dari kampusnya.
Ketika hari ini mahasiswa kehilangan idealismenya. Budaya kritis terkikis oleh kesibukan individual dan Budaya diskusi sudah hilang ditelan bumi.
Lalu siapa lagi yang akan mengontrol pemerintahan, mengawasi pemerintahan, dan menyampaikan aspirasi rakyat?
Terlahirnya diskusi ini adalah dari kegelisahan-kegelisahan gerakan mahasiswa khususnya mahasiswa yang di purwakarta. Kondisi saat ini sangat menyedihkan, terkotak-kotaknya kelompok-kelompok mahasiswa ini juga membuat resonasi yang berbeda. Sehinga tidak bersatunya gerakan mahasiswa pada saat ini. Berbagai kepentingan termasuk kepentingan politik diam-diam berhasil meracuni beberapa sendi gerakan mahasiswa di setiap kelompok-kelompok tertentu.
Seharusnya mahasiswa hadir dan mampu untuk memberikan solusi dari berbagai persoalan-persoalan yang ada sekarang ini. Bukan menjadi beban pemerintah itu sendiri..
Mahasiswa saat ini tidak mengamalkan peran dan fungsi sebagai mahasiswa, dan ada yg paham perannya tapi tidak melakukan gerakan. Hanya melakukan wacana saja. Dan ada yang lebih parah, ada yang sampai tidak paham perannya sendiri sebagai mahasiswa.

bagaimana dengan perjuangan mahasiswa dalam dekade akhir-akhir ini !

Boleh disebut mahasiswa sedang memasuki masa jeda perjuangannya. Mahasiswa periode sekarang terlalu “dinina bobokan” oleh reformasi yang telah berhasil digapai sebelumnya, sehingga reformasi yang susah payah diraih nyaris tidak dikawal sama sekali. Mereka hanya disibukkan dengan kegiatan kampus dimana yang ada dalam pikirannya adalah meraih IP setinggi mungkin agar bisa mendapat beasiswa, serta berbagai kesibukan akademik lain­nya. Padahal perjuangan mahasiswa tidak hanya dilihat dari sisi ini, mahasiswa sekarang dapat dikatakan tidak sanggup menangkap dan mengungkapkan masalah-masalah fundamental yang lebih signifikan terutama masalah politik nasional sebagai “Burning Isue” untuk mempertegas Reformasi yang telah berhasil diraih.

Keadaan ini menciptakan kondisi apatis yang sedemikian kompleks, jika keadaannya seperti ini maka bersiaplah untuk memasuki jeda panjang dalam sejarah perjuangan mahasiswa. Menunggu waktu yang lama untuk dapat bangkit kembali. Dalam hal itu, kita bercermin dari prinsip perjuangan suci sebagai­mana yang terangkat dalam butir-butir Sumpah Pemuda. Kita adalah bagian dari pemuda yang memiliki intelektualitas tinggi, jngan sampai kita kalah dengan semangat pemuda-pemuda di luar sana yang tidak beruntung menjadi mahasiswa.

Mahasiswa dapat dikatakan sebuah komunitas unik yang berada di masyarakat, dengan kesempatan dan kelebihan yang dimilikinya, mahasiswa mampu berada sedikit di atas masyarakat. Mahasiswa juga belum tercekcoki oleh kepentingan-kepentingan suatu golongan, ormas, parpol, dsb. Sehingga mahasiswa dapat dikatakan (seharusnya) memiliki idealisme.

Idealisme adalah suatu kebenaran yang diyakini murni dari pribadi seseorang dan tidak dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal yang dapat menggeser makna kebenaran tersebut.
Berdasarkan berbagai potensi dan kesempatan yang dimiliki oleh mahasiswa, tidak sepantasnyalah bila mahasiswa hanya mementingkan kebutuhan dirinya sendiri tanpa memberikan kontribusi terhadap bangsa, negaranya dan purwakarta.

Mahasiswa itu sudah bukan siswa yang tugasnya hanya belajar, bukan pula rakyat, bukan pula pemerintah. Mahasiswa memiliki tempat tersendiri di lingkungan masyarakat, namun bukan berarti memisahkan diri dari masyarakat. Oleh karena itu perihal peran, fungsi, dan posisi mahasiswa, saatnya Permata untuk menentukan arah perjuangan dan kontribusi terhadap masyarakat dan pemerintahan purwakarta.

Maka PB PERMATA
Menggagas 3 Lembaga
1. Lembaga kajian sosial politik ekonomi budaya dan hukum
2. Lembaha advokasi masyarakat
3. Lembaga pers

Permata harus terasa oleh masyarakat dan terasa oleh pemerintahan.

Kita harus yakin dan ihlas untuk permata, belajar, berjuang, dan berkorban demi purwakarta, bangsa dan negara insyaAllah akan mendapat keberkahan. Kutipan dari ketua permata cabang jakarta sahabat Derri dan Septio Ali Reza dari Permata cabang purwakarta.

PB PERMATA 2017-2019
“Yakin dengan PERMATA, Bergerak untuk purwakarta.

Penulis : Dion Murdiono dan Septio Ali Reza

Comments

Portal berita online Purwakarta

Copyright © 2017 Cidahu News by Jabar Media Net(work)

To Top