Politik

Geliat Calon Bupati Jalur Independen di Purwakarta

Cidahu.com – Selain sejumlah nama tokoh yang digadang-gadang bakal tarung di Pilkada Purwakarta lewat jalur partai politik. Nama, Ir. H. Zainal Arifin, M.T (Kang Ipin) semakin menguat di bursa calon pada jalur independen.

“100 ribu KTP dan dukungan untuk persyaratan calon independen sudah terkumpul. Padahal, untuk Purwakarta KPU mengisyaratkan hanya sekitar 47 ribu KTP saya,” ujar Kang Ipin kepada cidahu.com, Sabtu (8/4/2017).

Ditanya siapa yang akan mendampinginya (sebagai wakil bupati) dosen tetap di UII Yogyakarta itu menyerahkan persoalan tersebut kepada putusan konvensi para alim ulama di Purwakarta.

Sebelumnya, lanjut Kang Ipin sejumlah alim ulama di Purwakarta mendatanginya di Yogyakarta, para sesepuh meminta dia untuk berjuang menyempurnakan pembangunan Purwakarta dengan cara maju menjadi calon kepala daerah di Pilkada mendatang.

“Nah, hari ini, untuk persoalan siapa nanti yang akan jadi wakil saya, tentunya saya juga harus menunggu putusan para alim ulama. Tenang, saja, biar nanti para sesepuh dan alim ulama yang memutuskan. Karena subtansinya, bergerak itu, ya harus berjamaah,” ungkap Kang Ipin.

Ditemui di tempat yang sama (Posko Kang Ipin) di Sulukuning, Jalan Arteri Purwakarta-Padalarang. Team Edifikator Calon Independen Kang Ipin, Zainal Abidin menambahkan, bahwa kepemimpinan dalam perspektif perpolitikan adalah suatu yang harus selalu dibangun dan dijaga dengan baik, dan tentunya bukanlah sekedar hal yang dikejar dengan segala cara bisa dihalalkan.

“Karena dengan motif membangun dan menjaga inilah, kita akan dapat melahirkan pemimpin yang autentik dan berkualitas. Autentik dalam berintegritas, autentik dalam berkapasitas, autentik dalam pengalaman dan autentik dalam ketaatan menjalankan perintah agamanya,” ujar Zainal Abidin.

Untuk diketahui; UU 10/2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU 1/2015 Tentang Penetapan PP Pengganti UU 1/2014 Tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, Dan Walikota menjadi UU mengisyaratkan, calon perseorangan dapat mendaftarkan diri sebagai cabup atau cawabup jika memenuhi syarat dukungan jumlah penduduk yang mempunyai hak pilih dan termuat dalam daftar pemilih tetap di daerah bersangkutan pada pemilihan umum atau pemilihan sebelumnya yang paling akhir di daerah bersangkutan.

Dengan ketentuan sebagai berikut; Jika kabupaten/kota dengan jumlah penduduk yang termuat pada daftar pemilih tetap sampai dengan 250 ribu jiwa harus didukung paling sedikit 10 persen. Kemudian jika kabupaten atau kota dengan jumlah penduduk yang termuat pada daftar pemilih tetap lebih dari 250 ribu sampai dengan 500 ribu jiwa harus didukung paling sedikit 8,5 persen.

Sementara, kabupaten atau dengan jumlah penduduk yang termuat pada daftar pemilih tetap lebih dari 500 ribu sampai dengan 1 juta jiwa harus didukung paling sedikit 7,5 persen. Dan kabupaten atau kota dengan jumlah penduduk yang termuat pada daftar pemilih tetap lebih dari 1 juta jiwa harus didukung paling sedikit 6,5 persen.

Dukungan sebagaimana dimaksud dalam bentuk surat dukungan yang disertai dengan fotokopi e-KTP atau surat keterangan yang diterbitkan oleh dinas catatan sipil yang menerangkan bahwa penduduk tersebut berdomisili di wilayah administratif yang sedang menyelenggarakan pemilihan paling singkat 1 tahun dan atau tercantum dalam DPT pemilihan umum sebelumnya. (red)

Portal berita online Purwakarta

Copyright © 2017 Cidahu News by Jabar Media Net(work)

To Top
%d blogger menyukai ini: