Pilkada

PAN dan Hanura Bantah Sudah Tetapkan Calon, Golkar: Sulit Mencari Pengganti Dedi Mulyadi

Cidahu.com – Berkaitan dengan gelaran Pilkada Purwakarta 2018 mendatang, Dewan Pimpinan Daerah Partai Amanat Nasional (DPD PAN) Kabupaten Purwakarta, belum menetapkan calon Bupati atau Wakil Bupati yang akan diusung. Mekanisme penetapan di internal belum dilakukan.

“Calon Pilkada? Belum, kita belum melaksanakan mekanisme penetapan di internal. Tunggu saja. Proses pleno untuk menentukan juga belum digelar, tenang saja. Baru pada tahap penjajakan dan silaturahmi politik,” kata Ketua DPD PAN Purwakarta, Agus Sundana kepada awak media, melalui selulernya, Jumat (14/4/2017).

Namun, ia tidak menyangkal jika partainya telah melakukan komunikasi politik dengan berbagai tokoh masyarakat dan para ketua parpol. “Beberapa waktu lalu sudah ada penjajakan, namanya Koalisi Ngahiji bersama Golkar dan Hanura, tapi itupun baru silaturahmi saja, belum formal. Dan dalam silaturahmi tersebut, ketiga partai belum menyodorkan nama calon,” ungkap Agus Sundana.

Hal yang sama dikemukakan Bendahara DPC Partai Hanura Kabupaten Purwakarta, Widi W Sutrisno. Menurutnya, jangankan penetapan calon yang akan diusung dalam Pilkada, pendaftaran bakal calon saja belum dibuka secara resmi.

“Ada mekanismenya, Hanura baru akan membuka pendaftaran bakan calon kepala daerah pada Mei mendatang. Adapun, terkait isu koalisi yang ramai diperbincangkan. Itu hanya baru sebatas wacana. Baru kumpul-kumpul, silaturahmi dan komunikasi politik tiga partai. Sekali lagi, Hanura belum menetapkan nama calon kepala daerah yang akan diusung dalam Pilkada,” tegasnya.

Sebelumnya, Ketua DPD Golkar Purwakarta Sarip Hidayat menilai kader Golkar Purwakarta belum ada yang mampu menyamai kualitas dan kapabilitas Dedi Mulyadi, yang jabatannya sebagai Bupati Purwakarta berakhir tahun depan.

Kang Dedi memimpin Purwakarta dua periode. Ia diusung Partai Golkar pada Pilkada 2008 dan Pilkada 2013. “Kalau mencari figur yang kualitas dan kapabilitasnya menyamai Dedi Mulyadi saya akui sulit,” ujar Sarip, disela-sela persiapan Rakerda Golkar Purwakarta, di Jalan Veteran, belum lama ini.

Saat ini, Padil Karsoma yang juga kader Golkar Purwakarta digadang-gadang jadi suksesor Dedi di Pilkada Purwakarta 2018. Ditanya apakah kualitas dan kapabilitas Padil menyamai Dedi. Sarip, menilai sulit membandingkannya. “Belum bisa saya nilai karena posisinya kan belum pernah berada di posisi sebagai bupati,” kilahnya.

Meski begitu, untuk suksesor Dedi, Sarip menambahkan pihaknya belum mengusung nama. Meskipun, Padil sudah bergerilya mempromosikan diri. “Belum ada, karena terlalu dini untuk mencari siapa penerus Dedi Mulyadi di Pilkada Purwakarta 2018,” kata Sarip.

Sebelumnya dikabarkan, mantap maju Pilkada Purwakarta 2018, Sekda Purwakarta Padil Karsoma mengklaim sudah didukung tiga partai politik. “Insya Allah mantap,” jawab Padil usai berkunjung ke Dinas Tata Ruang dan Pemukiman, pekan lalu.

Menurutnya, ketiga parpol tersebut ialah Golkar, Hanura dan PAN. Padil bahkan menengarai dukungan parpol bisa saja bertambah bersamaan makin dekatnya pelaksanaan Pilkada 2018. Ikhwal statusnya sebagai PNS, Padil menegaskan siap mengundurkan diri. “Kalau aturan mengharuskan begitu (mundur), saya siap. Meski sebenarnya baru akan pensiun tahun 2019,” ujar Sekda. (red)

Portal berita online Purwakarta

Copyright © 2017 Cidahu News by Jabar Media Net(work)

To Top