Purwakarta

Jalan Protokol Purwakarta Minim Fasilitas Penyebrangan

Terlihat pejalan kaki saat menyebrang di jalan Jenderal Sudirman Nagri Kaler bukan pada tempatnya yang bisa mengakibatkan kemacetan bahkan bisa terjadinya kecelakaan, Selasa (11/07/2017). (Foto: Red)

Cidahu.com – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Purwakarta menilai kemacetan di sepanjang jalan protokol Purwakarta diakibatkan karena banyaknya angkot yang berhenti di sembarang tempat dan kendaraan yang parkir menggunakan badan jalan.

Selain hal tersebut, kemacetan yang kerap terjadi itupun disebabkan karena minimnya fasilitas penyebrangan bagi pejalan kaki seperti yang bisa dilihat di sepanjang jalan Jenderal Sudirman Nagri Kaler, Kecamatan Purwakarta.

“Iya, jalan ini setiap hari selalu macet, mungkin karena membludaknya kendaraan bermotor, selain itu kemacetan terjadi karena minimnya fasilitas penyebrangan di area ini,” ujar Penggiat Aliansi BEM purwakarta Ahmad Nuryadin, Selasa (11/07/2017).

Ahmad yang juga menjabat sebagai Ketua BEM Polibisnis menambahkan, banyaknya masyarakat menyebrang dengan sembarangan, mungkin secara tidak sadar ini menjadi problem utama karena kurangnya fasilitas penyebrangan yang khusus, dan itu harus diperhatikan oleh pihak dinas terkait di Kabupaten Purwakarta.

Selain menjadi salah satu sumber kemacetan karena adanya aktifitas menyebrang jalan di sembarang tempat, hal itu juga sebenarnya sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan kaki itu sendiri.

“Fasilitas penyebrangan jalan seperti Zebra Cross memang ada, tapi jaraknya jauh dan juga bisa diperhatikan garis Zebra Cross nya tidak terlihat jelas karena warnanya yang pudar,” jelas Ahmad.

Oleh karena itu, Ahmad meminta kepada dinas terkait untuk segera menyediakan fasilitas penyebrangan jalan bagi pejalan kaki, selain untuk menghindari terjadinya kemacetan juga untuk menghindari terjadinya peristiwa kecelakaan.

“Hendaknya dinas terkait segera menerangkan kembali garis-garis Zebra Cross dan menambah jumlah di beberapa tempat, bila perlu dibangun jembatan penyeberangan,” harapnya.

Salah satu pejalan kaki yang sempat diwawancarai, Maryani (27) mengaku bahwa kemacetan jalan sepertinya memang diakibatkan kurangnya fasilitas penyebrang jalan karena banyak pejalan kaki menyebrang jalan di sembarang tempat.

“Memang banyak Zebra Cross di sekitar sini, tapi coba perhatikan warna putih tanda Zebra Cross sudah pada luntur dan tidak terlihat, sehingga pejalan kaki menyebrang tanpa aturan,” terangnya.

Portal berita online Purwakarta

Copyright © 2017 Cidahu News by Jabar Media Net(work)

To Top