Purwakarta

RS Asri Bantah Kabar Adanya Pasien Yang di Tahan Karena Tak Ada Biaya

RSIA Asri Purwakarta

Cidahu.com– Menanggapi pemberitaan yang diterbitkan di salah satu media online lokal Jawa Barat edisi Rabu, 09 Agustus 2017 mengenai judul berita, “Lagi, Pasien yang ditahan RS Asri akibat tidak ada biaya, dibayar Bupati Purwakarta”, pihak Managemen Rumas Sakit membantah isi berita tersebut.

Dalam berita tersebut menyebutkan bahwa “Pihak Rumah Sakit Asri menahan pasien karena tidak bisa membayar tagihan Rumah Sakit”. Mengenai pemberitaan yang disampaikan bahwa ibu yang melahirkan anak keduanya itu ditahan pihak Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Asri karena tidak mampu membayar tagihan Rumah Sakit.

“Memang benar ada pasien bernama Ny. Neysa (26) yang kesulitan masalah pembiayaan. Tapi kami tidak melakukan penahaan kepada pasien tersebut,” kata Kabid Marketing & Humas RSIA Asri Purwakarta Dian Novi Setiawan, S.I.Kom, dalam keterangan tertulisnya.

Dian menjelaskan pihak RSIA Asri sudah memfasilitasi pasien tersebut dengan melakukan mediasi dan memberikan berbagai alternative penyelesaian. Mulai dari cara pembayaran dengan perjanjian, bantuan dalam bentuk potongan administrasi yang langsung disampaikan kepada Ny. Neysa dan Suaminya.

“Kami pihak rumah sakit menjalankan aturan sesuai dengan prosedur. Bahwa penyelesaian administrasi pelayanan kesehatan pasien umum harus diselesaiakan secara administratif sebelum pasien pulang, apalagi pasien atas nama Ny. Neysa menempati Ruang Perawatan Rawat Inap kelas 2. Namun sampai dengan sore hari tidak ada kabar mengenai penyelesaian administrasi dari keluarga pasien tersebut,” jelas Dian.

RSIA Asri Purwakarta menegaskan bahwa tidak ada penahanan pasien atas nama Ny. Neysa seperti yang diberitakan salah satu media online. Yang ada adalah belum adanya penyelesaian dan kesepakatan administrasi dari keluarga pasien Ny. Neysa atas pelayanan kesehatan Ny. Nysa di kelas 2 RSIA Asri Purwakarta.

Portal berita online Purwakarta

Copyright © 2017 Cidahu News by Jabar Media Net(work)

To Top