Purwakarta

3.200 Unit KJA di Perairan Waduk Jatiluhur Berhasil di Tarik ke Daratan

Cidahu.com – Sebanyak 3.200 Unit keramba jaring apung telah ditertibkan di perairan waduk Jatiluhur yang dimulai sejak April lalu. Pihak PJT II Jatiluhur menargetkan, seluruh keramba bisa dizerokan dari perairan Jatiluhur pada akhir Desember 2018 mendatang.

“Targetnya setiap hari kita bisa membereskan 100 unit keramba. Namun, hal itu tergantung kondisi petugas di lapangan,” ujar Direktur II PJT II Jatiluhur, Harry M Sungguh kepada sejumlah awak media belum lama ini.

Menurut Harry, penertiban keramba ini merupakan komitmen bersama antara PJT II Jatiluhur dengan Pemkab Purwakarta. Sebab, banyak alasan sampai keramba ini harus dizerokan dari waduk terbesar di Jabar ini. Salah satunya, pemakaian pakan ikan yang bertahun-tahun telah mencemari air waduk tersebut.

Sedangkan, air Waduk Jatiluhur ini bukan hanya dibutuhkan untuk irigasi (pertanian saja). Melainkan, menjadi air baku bagi industri dan PDAM. Termasuk untuk mencukupi kebutuhan air bersih masyarakat Jakarta.

Karena itu, keramba-keramba pemilik pembudidaya ikan ini harus ditertibkan. Apalagi, jumlahnya sudah sangat overload. Mencapai 32 ribu unit. Jumlah tersebut, benar-benar terlalu gemuk.

“Makanya, Pak Bupati Dedi ingin keramba ini dizerokan. Sebab, bila disisakan jadi 4.000 unit, nanti jumlahnya tidak akan terkontrol lagi,” ujarnya.

Harry menjelaskan, pihaknya akan mengikuti saran dari pemkab mengenai keramba ini. Apalagi, untuk kelestarian lingkungan Waduk Jatiluhur. Akan tetapi, pihaknya juga tetap memerhatikan nasib pembudidaya asli warga sekitar pesisir waduk. “Akan ada solusi bagi mereka. Kita sudah kerja sama dengan kementerian kelautan dan perikanan,” tuturnya.

Solusinya, bukan lagi budidaya seperti sekarang ini. Melainkan, warga di sekitar Waduk Jatiluhur masih bisa menangkap ikan untuk dijual ataupun dikonsumsi sendiri. Namun, polanya yaitu dengan cara tangkap. Bukan budidaya. “Tapi, solusi ini akan diterapkan setelah seluruh keramba berhasil ditarik ke daratan,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, mengatakan, pihaknya akan terus mendorong supaya program penertiban keramba ini bisa sesuai target. Karenanya, dari masalah anggaran pihaknya siap sharing dengan PJT II. Apalagi, dalam penertiban ini melibatkan unsur TNI dan kepolisian. “Penertiban harus jalan. Sampai keramba itu zero dari atas perairan Waduk Jatiluhur,” ujarnya.

Portal berita online Purwakarta

Copyright © 2017 Cidahu News by Jabar Media Net(work)

To Top