Purwakarta

Diresmikan Bung Hatta, Ini Bangunan Tua Sejarah Industri Keramik Plered

Gedung Sejarah Industri Keramik Plered masih berdiri Kokoh di Jalan Plered

Cidahu.com – Berada tak jauh dari pusat pemerintahan Kecamatan Plered, Bangunan tua bersejarah bagi industri keramik di Purwakarta masih berdiri kokoh di jalan Raya Plered Kabupaten Purwakarta.

Informasi yang berhasil dihimpun bangunan itu, dulunya didirikan dan diresmikan oleh Wakil Presiden RI pertama, Mochammad Hatta yaitu pada Tahun 1950 lalu sebagai sanggar belajar bagi pengrajin keramik pemula.

Tampak depan bangunan bagian atas membentuk dinding tinggi bertuliskan “Induk Perusahaan Keramik “Plered”. Kini bangunan itu digunakan sebagai tempat produksi gerabah salah satu pengusaha keramik bernama Agus (45).

Di ruangan depan, berbagai jenis gerabah dipajang sang pemilik. Sementara di belakang ruang depan ruangan lebih luas menyerupai aula dimana tempat para pekerja perajin gerabah memproduksi gerabah.

Diketahui, Bangunan ini disewa Agus dan orang tuanya dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pemprov Jabar.

Sementara, dibagian belakangan bangunan, dua cerobong asap menjulang setinggi kurang lebih 5 meter. Di bawahnya, ada enam tungku perapian tempat pembakaran gerabah dibangun oleh orang asing.

“Orang tua saya bilang bangunan ini dulu dibuka oleh Bung Hatta (Wakil Presiden RI pertama, Mochammad Hatta),” ujar Jajang (55), perajin gerabah di tempat itu.

Dadang Zarkasi (65) pemilik toko gerabah di Desa Anjun, Kecamatan Plered, tidak jauh dari bangunan tua mengisahkan bahwa bangunan tua itu diresmikan Mochammad Hatta pada 1950. “Iya, dulu yang membuka dan meresmikan ini Bung Hatta, seingat saya sekitar tahun 1950-an. Bahkan dulu ini jadi pabrik keramik satu-satunya di Indonesia,” ujarnya.

Ia mengenang, bangunan itu diprakarsai oleh tokoh masyarakat setempat yang menginginkan tata kelola manajemen produksi gerabah lebih modern. Itu kenapa, bangunan itu dinamakan Induk Perusahaan Keramik Plered.

“Dulu sekali bangunan ini berfungsi sebagai sarana peningkatan dan pengembangan usaha keramik. Bahkan dulu Jakarta mengirim mesin buatan Jerman penghalus tanah liat,” katanya.

Setelah itu, produksi gerabah meningkat. Bahkan, gerabah Plered ini mensuplai ornamen kegiatan intenasional di Jakarta. Salah satunya kata dia, membuat gentong dan jolang besar berukuran tinggi 170 cm dan diameter 150 cm untuk dikirim ke Jakarta, pada momen Game of The New Emerging Force (Ganefo) yang digagas Presiden RI pertama, Ir Soekarno pada 1963.

 

Portal berita online Purwakarta

Copyright © 2017 Cidahu News by Jabar Media Net(work)

To Top