Purwakarta

Jika Terjaring Razia, PSK di Purwakarta Bakal di Kirim ke Cirebon

Ilustrasi

Cidahu.com – Untuk menangani permasalahan para pekerja seks komersial (PSK), Pemerintah Kabupaten Purwakarta kini telah bekerjasama dengan dengan balai rehabilitasi sosial Karya Wanita Palimanan, Cirebon.

Nantinya, jika Kupu-kupu malam itu terjaring razia Sat Pol PP Purwakarta, mereka akan dikirim ke balai rehabilitasi tersebut untuk mendapatkan pembinaan.

Kabid Tantribum Sat Pol PP Kabupaten Purwakarta, Benny Primiadi, mengatakan, saat ini pihaknya sudah kerja sama dengan balai milik pemerintah tersebut. Jadi, kedepan bila ada PSK yang terjaring razia akan langsung dikirim ke Palimanan. Mereka, akan diberi pelatihan keterampilan. Supaya, mereka bisa keluar dari rutinitas menjadi pelacur.

“Biasanya, kami kebingungan bila merazia PSK. Mereka hanya ditegur dan dibina. Lalu kembali ke lokalisasi,” ujar Benny, Kepada awak media Rabu (6/9/2017).

Namun, dengan adanya kerja sama ini pihaknya bisa mengirim berapapun PSK untuk diberdayakan di balai tersebut. Bahkan, bila ada seorang PSK yang terjaring razia, langsung bisa dikirim ke Cirebon. Dengan begitu, lanjut Benny, mereka tidak akan lagi kembali ke lokalisasi.

Selama 90 hari mereka mendapat pembinaan dan pelatihan di lembaga tersebut. Jika, keterampilan mereka sudah mumpuni, para mantan PSK itu akan dilepas ke masyarakat luas. Untuk mengaplikasikan keterampilan yang diperolehnya selama rehabilitasi.

Tak hanya itu, mereka juga akan diberi modal dan peralatan oleh pengurus balai itu. Misalkan, mereka tertarik menekuni dunia salon dan kecantikan. Maka, usai masa rehabilitasi mereka akan mendapat peralatan salon. Supaya, ketika kembali ke masyarakat, para mantan PSK ini bisa berusaha dengan modal yang telah diberikan oleh pemerintah.

“Selama ini, PSK yang masuk daftar kita baru enam orang. Namun, kami yakin jumlah PSK di Purwakarta mencapai puluhan orang,” ujarnya.

Sementara itu, Yeni Triwahyuni, (34) warga Kelurahan Nagri Kaler Kecamatan Purwakarta, mengaku, sangat mengapresiasi razia yang dilakukan Sat Pol PP. Terutama, razia PSK. Pasalnya, keberadaan PSK saat ini, sejak ditertibkannya lokalisasi Cilodong, menjadi tak terdeteksi. Karenanya, aparat penegak perda ini, harus rajin merazia kos-kosan dan hotel-hotel.

“Diduga, saat ini kos-kosan dan hotel-hotel jadi tempat transaksi prostitusi. Kami mendukung, supaya para aparat ini mengintensifkan razia PSK,” ujarnya

Portal berita online Purwakarta

Copyright © 2017 Cidahu News by Jabar Media Net(work)

To Top