Peristiwa

Lima Desa di Darangdan Rawan Bencana Alam.

Cidahu.com – Masyarakat di Kecamatan Darangdan di Imbau untuk waspada terhadap bencana alam seperti pergeseran tanah dan angin puting beliung. Pasalnya, wilayah dataran tinggi di Purwakarta ini kerap dilanda bencana apalagi saat musim hujan.

Imbuan tersebut menyusul tebing tanah setinggi tujuh meter di kampung Sirnasari RT02 RW10 Desa Nangewer ambrol hingga menutup akses jalan penghubung desa Nangewer dan Linggasari Kecamatan Darangdan pada akhir pekan lalu.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu sebab kondisi lalulitas pada waktu itu tengah sepi. Namun, ambruknya tanah membuat akses jalan sempat terputus dan mengakibatkan rusaknya jaringan listrik.

“Kita Imbau warga untuk selalu waspada karena bencana bisa terjadi kapan saja, apalagi belum lama ini bencana alam longsor dan rumah warga tersambar petir terjadi di Desa Nangewer,” ujar Dadang Supriatna Kepala seksi Ketentraman dan Ketertiban Umum (Kasi Trantibum) Kecamatan Darangdan kepada awak media Selasa (31/10/2017).

Dadang menjelaskan, Kecamatan Darangdan adalah salah satu wilayah di Kabupaten Purwakarta yang masuk dalam kategori rawan bencana alam. Sebab selain berada didataran tinggi juga kondisi tanah diwilayah ini cukup labil saat diguyur hujan.

Dari 15 Desa yang ada di kecamatan Darangdan, lima diantaranya rawan terjadi bencana alam dimusim penghujan. Seperti Desa Pasir Angin, Nangewer, Sirnamanah, Gunung Hejo, dan Legoksari merupakan willayah rawan longsor dan rawan terjadi angin puting beliung.

Untuk itu, pihak kecamatan Darangdan kata Dadang, tak pernah bosan memberikan himbauan kepada warga melalui Kepala Desa (Kades) agar selalu waspada saat turun hujan.

“Kita informasikan ke tiap kades agar tetap waspada dan jika terjadi bencana alam diwilayahnya masing-masing segera laporan ke pihak Kecamatan,” pungkasnya.

Portal berita online Purwakarta

Copyright © 2017 Cidahu News by Jabar Media Net(work)

To Top