Purwakarta

Kena OTT, Pejabat BPN Purwakarta Jadi Alergi Wartawan

Cidahu.com – Terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) salah satu oknum pejabatnya lantaran telah melakukan pungutan liar (pungli), pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) Purwakarta terkesan enggan memberikan penjelasannya.

Hal itu terbukti setiap akan dipintai keterangan terkait tindak lanjut terhadap oknum pejabat pungli tersebut, pihak BPN Purwakarta selalu saja ada alasan untuk menghindar dari awak media masa.

Pasalnya, setiap didatangi oleh sejumlah awak media selalu saja dihadapkan dengan petugas keamanan BPN setempat dengan alasan jika pimpinan kantor tengah berada diluar kota. Jawaban seperti itu selalu diterima awak media paska penangkapan oknum pejabat BPN Purwakarta yang terjaring OTT.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Gerakan Moral Masyarakat Purwakarta (GMMP) Hikmat Ibnu Aril Berpendapat, Pihak BPN Purwakarta harus senantiasa memberi informasi kepada publik, karena dengan adanya Operasi Tangkap Tangan (OTT) di instansi ini menandakan adanya oknum yang merusak citra dengan cara melanggar aturan.

Semestinya BPN harus tetap terbuka dalam memberikan informasi kepada publik. dengan adanya OTT, menandakan bahwa di instansi tersebut terdapat oknum yang merusak citra dan melanggar aturan. Bila kemudian tertutup, masyarakat akan berpandangan negatif terhadap instasi tersebut,” ujarnya kamis (02/11/2017).

Kang Aril berharap, selain memberikan efek jera kepada tersangka, proses hukum harus terus ditindak lanjut kasus tersebut hingga tuntas. “Agar memberikan efek jera, berikan sanksi tegas berupa pemberhentian dengan tidak hormat, Selain proses hukum yang juga terus berjalan sampai tuntas,” ungkapnya.

Sekedar mengingatkan, penangkapan pegawai BPN Purwakarta Mamat Saefudin (50) yang menjabat sebagai Kepala Sub Seksi Pendaftaran Hak Atas Tanah pada Kantor Agraria dan Tata Ruang (ATR)/BPN Purwakarta itu dilakukan belum lama ini.

Tersangka ditangkap petugas Sat Reskrim Polres Purwakarta saat menerima sejumlah uang sebesar Rp 5.8 juta dari warga bernama Dodo dan Karya. Uang itu sebagai pelicin agar pengurusan pemisahan sertifikat tanah kedua warga tersebut dapat diprioritaskan.

Portal berita online Purwakarta

Copyright © 2017 Cidahu News by Jabar Media Net(work)

To Top