Ngopi

Gunung Burangrang Tempat Fantastis Penuh dengan Cerita Magis

Gunung Burangrang

Cidahu.c0m – Gunung Burangrang adalah salah satu gunung eksotis yang sudah mati atau tidak aktif lagi, terletak di perbatasan antara Kabupaten Bandung Barat, Subang dan Purwakarta. Gunung Burangrang terbentuk dari sisa-sisa letusan Gunung Sunda Purba.

Gunung Burangrang dengan tinggi puncaknya mencapai 2065 mdpl secara administratif berada di antara 2 kabupaten Bandung Barat & Purwakarta. Di sisi utaranya adalah Gunung Tangkuban Perahu. Gunung Burangrang adalah gunung parasit sisa letusan gunung Sunda purba yang meletus kira-kira 105000 tahun yang lalu  Merujuk ke legenda Sangkuriang, Perahu yang ditendang Sangkuriang konon menjadi gunung Tangkuban Perahu, tunggul (bekas pohon) yang ditebang menjadi gunung Bukit Tunggul sedangkan ranting, batang dan daunnya menjadi Gunung Burangrang, mungkin karena dari kejauhan Burangrang sendiri terlihat seperti gerigi (Baranco).

Banyak sekali orang-orang yang mengaitkan Burangrang dengan mitos-mitos dan kejadian-kejadian mistis. Terlebih, di sana konon terdapat banyak makam para tentara kerajaan Mataram yang melarikan diri dari serbuan penjajahan Belanda.

Oleh karenanya, kita tidak akan menemukan kata ‘akhir’ saat membahas tentang misteri-misteri yang tersimpan rapih di balik keindahan gunung Burangrang. Berikut beberapa misteri dan mitos dari gunung Burangran

Mitos Sangkuriang

Menurut mitos dari cerita legenda Gunung Tangkuban Parahu, Gunung Burangrang adalah tumpukan kayu sisa pembuatan perahu yang ditendang oleh sangkuriang.

Makam Pasukan Mataram

Konon di salah satu sudut Gunung Burangrang terdapat makam Panembahan Adipati kerajaan Mataram yang melarikan diri pada penjajahan Belanda dan bersembunyi dikaki bukit Burangrang sampai akhir hayatnya. Mitos keangkeran gunung Burangrang sudah menjadi mitos masyarakat Jawa Barat apabila ada pesawat ataupun burung melewati diatas makam tersebut pasti akan jatuh.

Ada sebuah mitos yang tumbuh di kalangan masyarakat, setiap pesawat yang terbang di atas makam-makam tentara Mataram, pesawat tersebut akan seketika terjatuh. Namun, ada mitos lanjutan yang lebih mengejutkan. Yakni, setiap dilakukan pencarian pesawat yang jatuh, keadaan langit pasti akan sama, yakni mendung dan hujan.

Rumah dari Harimau Jawa

Harimau Jawa memang sudah dinyatakan punah 20 tahun lalu namun beberapa saksi mata pernah melihat keberadaaan Lodaya (sebutan untuk Harimau Jawa) di belatara hutan Gunung Burangrang.

Menurut Pian Sopian salah seorang traker yang pernah mendaki Gunung Burangrang menceritakan bahwa Lodaya sering melintas disekitar aliran sungai pada malam hari. Hal tersebut memang bukan sesuatu yang aneh mengingat hutan gunung burangrang masih tergolong hutan yang belum terjamah tangan jahil manusia apalagi baru-baru ini ada seekor macan kumbang yang mati di kaki Gunung Burangrang yang menguatkan dugaan itu.

To Top