Purwakarta

Gerakan Penanganan Sungai Citarum, Libatkan Seluruh Elemen

Lokakarya Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum, di Plaza Hotel, Kota Bukit Indah, Blok L, Desa Cinangka, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta, Rabu (28/2/2018). (Foto: Red)

Cidahu.com – Penanganan kerusakan Sungai Citarum kini memasuki babak baru. Di awal tahun 2018 ini, gerakan penanganan Sungai Citarum kini melibatkan seluruh elemen bangsa dan negara.

Gagasan tersebut mengemuka dalam Lokakarya Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum di Plaza Hotel, Kota Bukit Indah, Blok L, Desa Cinangka, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta.

Pangdam III siliwangi, Mayor Jenderal TNI Doni Munardo mengatakan bahwa kita harus mengimplementasikan Nawacita melalui Revitalisasi Sungai Citarum.

Saat ini, Sungai Citarum dikonsumsi kurang lebih 80% oleh penduduk DKI Jakarta dan juga digunakan oleh masyarakat sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS).

“Jadi apabila sungai citarum kembali bersih dapat juga digunakan budidaya perikanan air tawar. Sungai Citarum juga mengairi irigasi 420.000 HA sawah di Kabupaten Karawang, Purwakarta, Subang, dan Indramayu,” ujar Pangdam III siliwangi, Mayor Jenderal TNI Doni Munardo.

Selain itu, sungai Citarum pun menghasilkan pemasok listrik sebesar 1.888 mega wat, jaringan interkoneksi Jawa – Bali.

Pihaknya kini telah melakukan survey masalah Citarum, terkait pembuangan sampah organik dan non-organik sebanyak 20.462 Ton per hari ke sungai Citarum.

Ia mengatakan, telah melakukan survey tentang ikan yang ada di sungai Citarum yang banyak mengandung ekoli dan juga zat berbahaya, merkuri. Kata kunci menyelesaikan masalah Citarum yaitu satu kesatuan komando dari hulu ke hilir dengan semua komponen dan mensejahtrakan masyarakat.

Senada dengan Pangdam III Siliwangi, Wakapolda Jabar, Brigjen Pol Supratman, mengatakan sangat berterima kasih kepada Tim intel Kodam III yang telah memberikan informasi sebanyak 31 perusahaan yang terindikasi membuang limbah secara langsung ke sungai Citarum tanpa pengolahan IPAL.

“Masalah penegakan hukum terkait sungai Citarum, kita sudah menangani 10 permasalahan dan sudah diberikan berkasnya ke kejaksaan,” tutur orang nomor dua di Polda Jabar tersebut.

Wakapolda Jabar berharap agar ke depan, sungai Citarum bisa menjadi obyek Wisata.

“Prinsipnya kami sangat mendukung Program Citarum Harum. Saya sangat Apresiasi sekali tindakan yang dilakukan oleh Pangdam III Siliwangi terhadap sungai citarum. Saat ini sungai citarum kebersihannya meningkat berbeda dengan sebelumnya,” pungkasnya.

Yang hadir pada kegiatan itu, Kementrian Kordinator Bidang Maritim, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, L.H Bapenas, Jaksa Agung RI, BPKP, Kodam III siliwangi, Wakapolda Jabar Brigjend Pol Supratman, Danrem 063/SGJ, dan Kodam Jayakarta.

Selain itu, Dandim 0619 Purwakarta Letkol Inf Ari Maulana, Kasdim 0509 Kabupaten Bekasi Mayor Arm Agustri, Kapolres Purwakarta AKBP Dedy Tabrani, Asosiasi Propesi Dokter Hukum Indonesia, Pemerintahan Provpinsi, PLT Bupati Purwakarta Drs.Dadan Koswara, Dirjen Gakum KLHK, Satter PSPLP DJCK Komen PUPR, Dirjen PB KKP, dan DLH Jabar. (Jn/Gin)

To Top