Wisata

Pemandian Mata Air Cibulakan wanayasa yang masih segar dan asri

CIDAHU.COM –  sensasi mata air Cibulakan Desa Babakan Kecamatan Wanayasa, Purwakarta. yang sangat segar dan jernih ini adalah rekomendasi liburan anda bersama keluarga dan teman dengan mengunjungi kolam mata air Cibulakan.

Dari sekian banyak tempat rekreasi alam yang ada di Kecamatan Wanayasa adalah mengunjungi kolam mata air yang tak pernah surut di Desa Babakan. Kolam mata air ini tidak seramai tempat wisata lain yang ada di Wanayasa. Pasalnya selain berada di dekat perkampungan,Tidak ada pengelola tidak ada biaya masuk yang ada hanya biaya untuk penitipan motor saja dengan membayar Rp. 2.000.

Namun siapa sangka bahwa tempat tersebut ternyata memiliki kisah historis. Lantaran kolam pemandian tersebut merupakan salah satu bangunan peninggalan Belanda yang memiliki banyak fungsi dan sangat bermanfaat bagi warga sekitar, Saat ini, selain dijadikan sebagai sarana berenang, warga sekitar juga memanfaatkan air yang ada di kolam tersebut untuk mengairi sawah, kolam ikan, bahkan sebagai kebutuhan untuk mengairi areal perkebunan mereka.

Meski belum dikemas hingga menjadi sebuah obyek wisata, namun tetap saja kolam Cibulakan tersebut menjadi sarana bermain pavorit bagi warga sekitar, untuk sampai menuju kolam mata air Cibulakan, pengunjung dari Purwakarta langsung menuju Kecamatan Wanayasa dengan jarak sekitar 23 kilomter dari Pasar Rebo Purwakarta. Setelah sampai di Wanayasa yang pertama adalah Situ Wanayasa sesampainya disana lalu belok ke kiri menuju Kabupaten Subang. Kurang lebih satu kilometer untuk menuju Cibulakan tepat dekat masjid Desa Babakan Anda lalu belok kiri di gang yang sama menuju kolam renang rekreasi Cekselong. Sebelum sampai di kolam renang Cekselong ada gang kecil atau Anda dapat menanyakan langsung kolam mata air Cibulakan. Setelahnya Anda akan melihat langsung kolam mata air dengan luas lebih 100 meter. Kolam ini memiliki kedalaman 1,5 meter.

Nama Cibulakan sendiri diambil dari istilah bahasa Sunda yang artinya “bergelembung”. Kenapa dinamai Cibulakan karena mata air yang berada di dasar kolam selalu mengeluarkan gelembung seiring munculnya air dalam tanah. Kolam mata air Cibulakan sangat menawan, jernih.

Di areal komplek Cibulakan ada juga makam keramat Kanjeng Dalem Santri yang kabarnya adalah salah satu murid dari Prabu Siliwangi pada zaman Padjajaran dulu.(Had)

 

To Top